Banyak desa warga Rohingya di kawasan utara Rakhine dibakar, namun pejabat membantah tentara melakukannya. Alih-alih, mereka menyalahkan gerilyawan.
Pada Rabu, 15 anggota Dewan Keamanan PBB menggelar rapat tertutup atas permintaan Swedia dan Inggris untuk membahas krisis di Myanmar untuk kedua kalinya sejak konflik dimulai pada akhir Agustus.
Dewan Keamanan “menyuarakan keprihatinan terhadap sejumlah laporan penggunaan kekerasan berlebihan sepanjang operasi militer dan medesak langkah segera untuk mengakhiri konflik di Rakhine, meredakan situasi, memberlakukan kembali ketertiban, dan memastikan perlindungan bagi warga sipil, serta menyelesaikan persoalan pengungsi”.
Duta Besar Inggris untuk PBB, Matthew Rycroft, mengatakan bahwa ini adalah untuk pertama kalinya Dewan Keamanan mengeluarkan pernyataan terkait Myanmar sejak sembilan tahun terakhir.
Sementara itu, di tempat pengungsian di Bangladesh, PBB mengaku membutuhkan lebih banyak dana untuk membantu pengungsi dari Rakhine. Pejabat tinggi PBB mengatakan bahwa dana 77 juta dolar AS, yang diminta pada pekan lalu, tidak cukup. (Ant/SU02)

Kalaupun ada teroris kenapa anak2, perempuan atau warga sipil yg jadi korban??? Otak komunis selalu tdk bs berpikir lurus
Komunis n Biksu Mabok senapas perjuangan
Udah ketebak. Indonesia tinggal tunggu giliran