Belum Putuskan Arah Dukungan di Pilpres 2019, Ini Alasan PBB

1
158
  • 25
    Shares
Prof Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PBB.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Partai Bulan Bintang (PBB) menegaskan belum menentukan arah dukungan mereka terhadap pasangan calon Presiden (capres)-calon Wakil Presiden (cawapres) pada Pilpres 2019 mendatang.

Hal ini dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Afriansyah Ferry Noer menyikapi beredarnya kabar dukungan PBB kepada capres-cawapres dalam Pilpres 2019, baik ke pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno.

“PBB ibarat gadis cantik yang pura-pura dicuekin, tapi dibutuhkan. Dua kubu saling klaim dukungan PBB. Tetapi sampai saat ini PBB belum menentukan pilihan,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Afriansyah Ferry Noer di Jakarta, Jumat (24/8).

Baca juga: Tegaskan PBB Tidak Netral, Yusril: Kami Partai Islam Tidak Ingin Dahului Keputusan Ulama

Menurut Ferry, kedua pasangan calon baik itu Jokowi-Ma’ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga merupakan tokoh yang sudah berlatarbelakang muslim.

“Intinya kedua belah pihak ini sedang kami jajaki juga, mana yang lebih berpihak kepada umat. Jadi, paling kami nanti akan lakukan rapat koordinasi nasional dengan DPW-DPD se-Indonesia, akan mengarah ke mana kami dari Partai Bulan Bintang,” jelasnya.

Pada satu sisi, lanjut Ferry, partai besutan Yusril Ihza Mahendra ini, masih menunggu hasil keputusan uji materi UU Pemilu terkait Presidential Treshold (PT) 20 persen menjadi nol persen.

Baca juga: Tidak Dukung Salah Satu Capres: PBB Fokus Hadapi Pileg 2019

Meskipun KPU telah menutup pendaftaran pilpres 10 Agustus 2018 lalu, PBB menganggap masih ada peluang memunculkan calon alternatif jika MK mengabulkan gugatan itu.

“Mudah-mudahan MK putuskan yang terbaik. Daripada dua pasang dia-dia lagi, lebih baik tiga pasang ada pilihan baru. Ini harapan kami. Kami tidak mau terjebak, jadi biarkanlah mereka yang terjebak,” ujarnya.

Peluang tersebut muncul mengingat KPU baru akan menutup persengketaan pendaftaran calon anggota DPR, DPD termasuk presiden dan wapres pada 16 November 2018. Sebelum tenggat waktu KPU, ditambah rekam jejak pendaftaran partai politik, masih terbuka kemungkinan, pasangan capres-cawapres untuk bertambah. (Ant/ARif R)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU