Aliansi BEM Jabodetabek Gelar Demo Dekat Istana

JAKARTA – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Wilayah Jabodetabek-Banten menggelar aksi di dekat Istana, Selasa (14/2). Mereka menuntut pertanggungjawaban atas tindakan inkonstitusional oleh Presiden Joko Widodo yang mengangkat kembali Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta.

Massa aksi berkumpul di dekat Menara Ragam, depan Istana. Setidaknya ada  kurang lebih 100 orang yang berdemo. Sesaat ketika aksi akan dimulai presiden mahasiswa (Presma) dari  kampus-kampus pun berkumpul untuk melakukan briefing. Di antaranya ada dari PNJ, UNJ, STEI SEBI, IPB dan lain-lain.

Ketika sedang melakukan briefing,  Kapolres Jakarta Pusat Kombes Dwiyono datang menghampiri mahasiswa yang berdemo. Dia menyuruh massa untuk mundur ke patung kuda. Mahasiswa pun menolak, karena aksi belum dimulai dan tidak ada yang dilanggar pada aksi hari ini.

Tiba-tiba, Kombes Dwiyono mengintruksikan anggotanya untuk menangkap para presiden mahasiswa dan dimasukkan ke dalam mobil. Massa aksi pun turut diringkus dan dibawa menggunakan kendaraan minibus polisi. Sedangkan para presiden mahasiswa dibawa menggunakan mobil khusus.

Kondisi terakhir massa yang diringkus dibawa ke Polda Metro Jaya. Beberapa presma kampus pun diamankan di dalam mapolda.

EDITOR: Rizky

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER