Bank Syariah Mandiri Ingin Rajai Pembiayaan Ritel

JAKARTA – Bank Syariah Mandiri (BSM) ingin menjelma menjadi bank syariah yang menguasai pembiayaan ritel di tahun 2020 mendatang. Agar mencapai target, BSM memperbesar aliran pembiayaan ke segmen ritel ini.

Senior Executive Vice President Retail Banking BSM Niken Andonowarih mengatakan, pihaknya mengincar pertumbuhan pembiayaan ritel tumbuh double digit di tahun 2017. Kami menargetkan pembiayaan ritel tumbuh 15 persen di tahun ini, kata Niken, Kamis (23/2).

Dengan asumsi target pembiayaan tersebut maka pembiayaan ritel BSM mencapai sekitar Rp 34,96 triliun di akhir tahun 2017 dari perhitungan realisasi pembiayaan ritel senilai Rp 30,4 triliun di akhir tahun 2016.

Niken mengatakan, segmen pembiayaan perumahan (KPR) akan menjadi mayoritas dalam pembiayaan ritel. Tahun ini, pembiayaan perumahan akan tumbuh 12 persen atau mencapai sekitar Rp 10,52 triliun per akhir tahun 2017 dari posisi senilai Rp 9,4 triliun di akhir tahun 2016.

Anak usaha Bank Mandiri ini mengincar pembiayaan rumah pada segmen kelas menengah dengan ticket size antara Rp 300 juta sampai Rp 500 juta. Niken mengatakan, prospek pasar pembiayaan rumah kelas menengah masih besar karena banyak masyarakat kelas menengah yang masih membutuhkan tempat tinggal.

Kemudian, pembiayaan mikro ditargetkan dapat tumbuh 15 persen atau mencapai sekitar Rp 5,04 triliun di tahun 2017 dari realisasi pembiayaan mikro senilai Rp 4,2 triliun di tahun 2016. Niken menambahkan, pasar pembiayaan mikro memiliki pasar yang besar meskipun ada program kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga 9 persen.

EDITOR: Rizky

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

“Tuhan Baru” Bernama Seks Bebas