Pemkab Sleman Tegakkan Aturan Toko Modern

1
Toko Modern
Toko Modern (ilustrasi)

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman terus menegakkan aturan perizinan dalam operasional toko modern berjejaring nasional dengan menutup sejumlah toko modern yang tidak memiliki kelengkapan izin.

“Dari total 201 toko modern berjejaring nasional yang telah beroperasi, sampai saat ini baru 19 yang memiliki izin,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Tri Endah Yitnani di Sleman, Kamis (14/9).

Menurut dia, pada 2016 setidaknya sudah 19 toko modern yang ditutup paksa karena melanggar Perda Nomer 18 Tahun 2012 tentang Toko Jejaring Modern.

“Meski sudah berulang kali diterapkan langkah represif, namun masih banyak toko modern yang melanggar perizinan,” katanya.

Ia mengatakan dalam mengatasi persoalan ini Pemkab Sleman tidak semata melakukan upaya paksa namun juga langkah preventif dengan memberikan pendampingan.

“Tahun ini kami mendampingi 10 toko untuk segera mengurus syarat perizinan yang lengkap. Dibatasi sampai dengan akhir Desember, kalau tetap melanggar maka akan ditutup,” katanya.

Tri Endah mengatakan toko modern yang menjadi sasaran pendampingan tersebut tersebar hampir merata di berbagai wilayah kecamatan.

“Kegiatan pendampingan semacam ini tiap tahun diadakan. Untuk tahun depan juga sudah direncanakan pendampingan bagi 15 toko modern,” katanya.

Ia mengatakan target tersebut diakui belum sepadan dibanding jumlah toko modern yang belum memiliki kelengkapan izin. Namun karena keterbatasan tenaga, pemilihan sasaran pendampingan dilakukan berdasar pertimbangan tingkat pelanggaran.

“Kami pilih yang rankingnya paling rendah yakni pelanggarannya sedikit. Setidaknya dikawal yang sudah punya IMB dan HO sehingga hanya kurang melengkapi beberapa persyaratan seperti izin usaha toko modern (IUTM),” katanya.

Disamping itu, kata dia, juga perlu diperhatikan tentang kemitraan UKM. Mengacu Perda Nomer 7 Tahun 2006, pengusaha pasar modern dan toko modern harus menjalin mitra dengan pelaku usaha kecil.

“Dibutuhkan kesiapan dari pihak UKM agar bisa sesuai dengan rencana kemitraan,” katanya. (Ant/SU02)

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Khofifah Indar Parawansa

Spanduk Golkar Dukung Khofifah Bertebaran di Surabaya

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Spanduk berlambang Golkar mendukung bakal Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah mulai bertebaran di sejumlah titik di Kota Surabaya. Spanduk...
Spanduk dukungan Setnov ke RK

Spanduk Dukungan dari Setnov Bertebaran, Ini Respon Ridwan Kamil

BANDUNG, SERUJI.CO.ID -  Kandidat calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, enggan mengomentari beredarnya spanduk dan baliho yang bergambar dirinya bersama ketua DPP Golkar, Setya Novanto...
Jurnalis

IJTI Serukan Jurnalis Televisi Jaga Profesionalitas

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pusat menyerukan kepada jurnalis televisi untuk tetap menjaga profesionalitas menyusul adanya salah satu jurnalis televisi yang disebut-sebut...
Pilgub

Serunya Dinamika Pilgub Sumatera Utara

SERUJI.CO.ID - Pemilihan Gubernur Sumatera Utara memang masih delapan bulan lagi. Namun, bagi warga Sumut, dinamika yang muncul mungkin tidak kalah seru dibandingkan dengan...
Gedung Kementerian BUMN

Saham Tiga BUMN Tambang Beralih Kepemilikan Akhir November

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Tiga badan usaha milik negara yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit AsamTbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS) akan melakukan...
Mobil Volkswagen

Unik! Body Mobil Ini Terbuat Dari Kayu

BANTUL, SERUJI.CO.ID - Umumnya kendaraan roda empat memiliki body dan juga detail dari bahan besi, fiber, dan berbagai logam lainnya. Namun sebuah mobil yang...