Nilai Rupiah Anjlok, Pemerintah Disarankan Genjot Ekspor untuk Pulihkan Ekonomi

PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Pengamat ekonomi dari Universitas Andalas, Padang, Prof. DR. Elfindri mengatakan, pemerintah Indonesia perlu lebih mengoptimalkan ekspor ke sejumlah negara lainnya untuk memulihkan ekonomi.

“Kebijakan ini dibutuhkan karena nilai rupiah semakin menurun, penyebabnya antara lain ekonomi Amerika Serikat makin membaik, sehingga ‘capital inflow‘ (modal masuk) ke AS meningkat dan harga dolar AS semakin tinggi,” kata Elfindri saat dihubungi dari Pekanbaru, Kamis (8/3).

Pendapat demikian disampaikannya terkait pernyataan Presiden Jokowi yang meminta untuk mewaspadai dinamika ekonomi global yang berdampak pada daya saing ekonomi nasional.

Presiden juga meminta penyaluran bantuan sosial tepat waktu dan tepat sasaran.


Untuk mendorong investasi dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, Presiden pun meminta dilakukan reformasi struktural yang diharapkan untuk mendorong investasi dan ekspor.

Sementara itu, menurut Bank Dunia melaporkan Indonesia berada pada urutan nomor dua sebagai negara terbaik untuk berinvestasi pada 2018.

Menurut Elfindri, pengembangan investasi masih mungkin berbiaya tinggi, baik karena aturan maupun “unoficial economy” dalam proses investasi itu sendiri.

“Persoalan investasi sebaiknya dilihat tidak saja di Pulau Jawa, akan tetapi memeratakan investasi jauh lebih banyak efek distribusinya dibandingkan investasi pada satu atau dua tujuan utama,” katanya.

Jadi isunya, katanya, berubah bukan strategis, tapi bagaimana pemerataan investasi yang berdampak pada pembangunan daerah di seluruh tanah air.

Terkait penilaian Bank Dunia tersebut, katanya, suatu hal yang ironis kalau Indonesia oleh Bank Dunia termasuk nomor dua, mengingat mata uang rupiah melemah dan pertumbuhan ekonomi saat ini berada pada kisaran 5,1 persen.

Indonesia perlu melakukan sesuatu di tengah berubahnya “landscape perekonomian global“, agar perekonomian tetap tumbuh, dana dalam kaitannya dengan pengaruh ekonomi digital yang telah merubah bentuk pelayanan sehingga Indonesia perlu mengambil bagian mana yang akan menjadi kekuatan dalam jangka panjang.

Kerangka ini perlu disusun secara jelas oleh pemerintah, misalnya apakah Indonesia mesti memilih prioritas restorasi industri. Sedangkan industri dan teknologi dapat diarahkan pada bagian yang spesifik agar dalam jangka panjang Indonesia bisa lebih pasti, tidak terjebak jadi negara berpendapatan menengah rendah. (Ant/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada?

Apakah ada Perda yang secara khusus disebut “Perda Syariah”, misalnya, Perda Provinsi Banten Nomor 10 Tahun 2018 tentang Syariah? Perda semacam itu tidak ada, dan belum pernah dijumpai di daerah manapun di tanah air kita ini. Demikian pula tentang Undang-Undang Syariah, adakah di negara kita ini? Sepanjang pengetahuan saya, UU seperti itu tidak ada.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Perluasan Ganjil-Genap Hari Pertama: Pemprov DKI Klaim Polusi Udara Turun

"Semalam Airvisual telah merilis hasil pengukuran mereka, di mana Jakarta yang sebelumnya ada di peringkat satu atau dua kota terpolusi di dunia, semalam saya lihat di rilisnya sudah turun jadi peringkat ke 9," ujar Syafrin

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.