💰 Fundamental Keuangan ASHA (Terbaru)
Kondisi keuangan ASHA masih dalam tekanan. Berdasarkan data terbaru yang tersedia — laporan Q2 2025 (Juni 2025) dari IndoPremier dan data TradingView (April 2026), perseroan membukukan rugi bersih Rp2,8 miliar pada Q2 2025, berbalik dari laba Rp899 juta di Q2 2024. EBITDA negatif Rp20,01 miliar dengan EBITDA margin -11,64% mencerminkan beban operasional yang masih lebih besar dari pendapatan. EPS TTM tercatat negatif Rp7,04 per saham.
| Indikator Keuangan | Q2 2025 | Q2 2024 | TTM (Apr 2026) |
|---|---|---|---|
| Pendapatan (Rp miliar) | ~55 | ~54 | ~172 |
| Gross Margin (%) | 5,0% | — | — |
| Rugi Bersih (Rp miliar) | (2,8) | 0,899 | — |
| EBITDA (Rp miliar) | (20,01) | — | — |
| Net Margin (%) | -5,1% | — | — |
| EPS TTM (Rp) | (7,04) | ||
| Market Cap (17 Apr 2026) | ~Rp365 miliar (harga Rp73) | ||
| Harga Saham 17 Apr 2026 | Rp73 (+5,88% harian; +10,77% mingguan; +563% setahun) | ||
| Dividen | Tidak ada | ||
Catatan penting: data Q3 2025 ASHA belum tersedia dari sumber resmi per April 2026. Data Q2 2025 di atas merupakan data terbaru yang dapat diverifikasi. Laporan FY2025 juga belum dirilis, sehingga ada ketidakpastian mengenai posisi keuangan akhir tahun 2025.
📈 Mengapa ASHA Naik 563% Setahun?
Kenaikan 563% dari Rp11 ke Rp73 dalam setahun terakhir adalah angka yang membuat banyak investor tertegun. Perlu dicatat, pada level terendah Rp11 per saham (Maret 2024), ASHA berada di harga yang sangat tertekan, hampir tidak ada nilainya secara nominal. Kenaikan dari Rp11 ke Rp73, meski persentasenya besar, secara absolut hanya selisih Rp62 per saham.
Beberapa faktor yang diidentifikasi mendorong kenaikan ASHA setahun terakhir. Pertama, sentimen positif sektor perikanan dan kelautan Indonesia yang menguat seiring kebijakan pemerintah memperkuat ekspor hasil laut. Kedua, kenaikan harga ikan beku di pasar internasional terutama ke Jepang dan China pasca gangguan rantai pasok global.
Ketiga, narasi pemanfaatan sumber daya laut Indonesia yang semakin populer di kalangan investor ritel berburu saham murah berpotensi multibagger. Keempat, perseroan sempat merilis laporan Q2 2025 dengan catatan pendapatan yang tumbuh YoY meski masih merugi, cukup sebagai katalis momentum jangka pendek. Kenaikan 5,88% pada 17 April 2026 spesifik didorong oleh sentimen bullish sektor consumer non-siklikal yang masuk zona hijau hari itu.
📊 Grafik Saham ASHA (IDX: ASHA)
Pantau pergerakan harga saham ASHA secara real-time melalui grafik TradingView berikut:
