Wali Kota “Berprestasi dan Dicintai” ini, Akhirnya “Diterkam” OTT KPK Juga

Siapa menduga, Wali Kota yang lewat APBD nya mendapatkan penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara ini --Kota dengan Perencanaan Terbaik tahun 2017, ternyata justru diduga melakukan kongkalingkong bagi-bagi "fee 10%" dari proyek yang telah ditetapkan di APBD yang dinilai "Berprestasi" tersebut.

Meningkat cukup tinggi jika dibanding laporan yang diberikan Eddy saat awal menjabat tahun 2007, yang tertera di LHKPN tertanggal 31 Juli 2007 saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Batu periode pertama, yaitu Rp 6.930.426.022. Naik hampir empat kali lipat dalam 2 periode memimpin Kota Batu.

Apakah kenaikan kekayaan Eddy Rumpoko dan keluarga ini seperti yang diduga MCW atau dari hasil usaha halal ia lainnya, yang memang merupakan seorang pengusaha sebelumnya, tentu perlu pembuktian lebih lanjut.

Cerita ini nampaknya akan panjang, apalah lagi setelah kasus OTT ini –yang kata Eddy Rumpoko dilakukan saat ia sedang di kamar mandi dan tidak tahu apa yang terjadi, telah ditingkatkan statusnya menjadi penyidikan oleh KPK. Dan Eddy bersama empat orang lainnya telah menyandang status tersangka KPK, yang selama KPK berdiri, status ini “final”, dan akan terus dengan kerja keras KPK berlanjut hingga ke Pengadilan.

Dalam catatan “prestasi”nya, KPK tidak pernah kalah jika pesakitan sudah dibawa ke kursi terdakwa di pengadilan, vonis Hakim telah menanti.

Tapi kita tunggu saja, bagaimana akhir episode selanjutnya dari kisah Wali Kota “Berprestasi” yang “Dicintai” ini. Apalah lagi ada episode lainnya yang tidak kalah akan menyedot perhatian juga, yaitu berlanjutnya tongkat estafet kepemimpinan Kota Batu ketangan istri Eddy Rumpoko pada Oktober nanti.

Bagaimana nanti, Dewanti Rumpoko akan menepis berbagai isu-isu yang tentu akan menerjang ia selama 5 tahun memerintah kedepan. Itupun kalau nanti tidak terhenti ditengah jalan, kalau misal dalam pengembangan KPK ternyata ditemukan keterlibatannya dalam “praktik menyimpang” sang suami.

Tentu harapannya, Kota Batu yang telah berkembang demikian maju dan melangkah jauh, tidak mundur lagi ke belakang akibat “terkaman OTT” KPK ini. Dan kasus ini menjadi “warning” bagi pejabat-pejabat daerah untuk tidak lagi tergoda bermain-main dengan amanah yang diberikan dan lebih berhati-hati lagi dalam “bergaul”.

Terakhir, sesuai asas presumption of innocence -praduga tidak bersalah, Eddy Rumpoko tentu berhak untuk dianggap tidak bersalah, walau telah ditetapkan sebagai tersangka bahkan terdakwa nanti dimuka pengadilan, hinggalah keputusan Hakim memutuskan ia bersalah dan telah berkekuatan hukum tetap atau Inkracht van gewijsd.

 

 

Surabaya, Selasa 19-09-2017.
Ferry Koto

6 KOMENTAR

  1. Pejabat umumnya sudah memiliki apa yang diinginkan, Rumah, mibil, tanah ribuan bahkan hektar, kel, istri ( tercarat maupun blm), satu yang gak dimiliki yaitu
    RASA MALU !!!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Lima Macam Riba Yang Diharamkam