Warga Protes Kades Terkait Lakukan Penyelewengan Rastra

BENGKULU, SERUJI.CO.ID – Sejumlah warga Desa Rawa Indah Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu memprotes tindakan kepala desa yang diduga menyelewengkan beras sejahtera (rastra) sehingga 163 kepala keluarga penerima di desa itu tidak mendapatkan haknya.

“Seharusnya beras itu diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu tapi oleh kepala desa dibagi rata kepada seluruh warga desa,” kata Nurdin, warga Desa Rawa Indah di Bengkulu, Senin (2/4).

Ia mengatakan beras sejahtera (rastra) seharusnya dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat yakni sebanyak 163 kepala keluarga di desa itu.

Namun, jatah rastra selama tiga bulan yakni Januari hingga Maret 2018 dibagikan kepada seluruh warga desa sehingga mereka yang tidak berhak menerima bantuan tersebut juga mendapat beras.

“Akibatnya, kami yang seharusnya menerima 10 kilogram per bulan hanya dapat dua kilogram,” ucap Nurdin.

Tindakan kepala desa tersebut menurut dia sudah menyalahi aturan sebab bantuan rastra menjadi tidak tepat sasaran.

Padahal, beras sejahtera diperuntukkan bagi warga kurang mampu, namun oleh kepala desa dibagi rata untuk seluruh warga desa.

“Kami dipaksa menerima keputusan kepala desa karena masyarakat penerima rastra lain juga dimintai persetujuan membagi rata, kami tidak terima,” kata Nurdin.

Untuk memperjelas persoalan ini, warga akan bersama-sama mendatangi Kantor Dinas Sosial Kabupaten Seluma.

Sebab, sebagian besar penerima rastra di desa tersebut juga merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Berdagang Kemiskinan

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER