PLN Aceh Bantah Padamkan Listrik Hingga 22 Mei

1
407
Pembangkit Listrik Tenaga Uap Nagan Raya berkapasitas 2 x 110 MW

BANDA ACEH – Beberapa hari ini beberapa daerah di Aceh mengalami pemadaman bergilir. Isu beredar di masyarakat bahwa pemadaman akan terjadi hingga 22 Mei. Beredarnya isu tersebut membuat keresahan di masyarakat.

Terkait hal tersebut, Humas PLN telah membantahnya.

Memang benar bahwa saat ini sedang ada proyek pekerjaan uprating konduktor (pembesaran penghantar) transmisi Binjai sampai Lhokseumawe dilakukan untuk dapat memperbesar supply energi dari sub sistem Sumut ke Aceh 2 kali lipat dari kemampuan biasanya yang sebelumnya 175 MW menjadi sekitar 350 MW.

Saat ini pekerjaan section Brandan hingga Lhokseumawe sudah selesai dikerjakan dan dilanjutkan section Brandan menuju Binjai.

Direncanakan jika tidak ada hambatan lapangan penyelesaian pekerjaannya diharapkan sesuai jadwal selesai tanggal 22 Mei 2017.

Selain pekerjaan uprating konduktor tersebut, PLTU Nagan Raya 1 dan 2 sedang dalam proses firing turbin. Pekerjaan ini dilakukan sebagai perbaikan akibat gangguan pecahnya membran pengaman turbin yang terjadi dua hari lalu, disebabkan karena kehilangan tegangan sistem sehingga pembangkit menampung beban kejut yang sangat besar.

Pada waktu yang bersamaan, hal serupa juga terjadi pada PLTU Pangkalan Susu yang mengakibat sistem Sumut juga mengalami pemadaman sebesar 270 MW.

Demikian juga halnya akibat yang serupa pada waktu bersamaan PLTMG Arun beberapa unit pembangkitnya mengalami penurunan kapasitas.

Siang ini sub sistem Aceh mengalami kekurangan supply sebesar 60 MW, diharapkan malam ini Nagan 1 & 2 bisa sinkron sebelum waktu beban puncak, sehingga diharapkan dapat menghindari pemadaman.

Dengan demikian tidak benar informasi yang beredar di masyarakat bahwa pemadaman akan berlangsung sampai 22 Mei.

Reporter: Arief Arbianto
Editor: Iwan S

Langganan berita lewat Telegram
loading...
Loading...
BACA JUGA

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU