Peringati Hari Penyu Sedunia, 245 Tukik Dilepasliarkan

PADANG – “Sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit akan menyayanginmu”, demikian salah satu isi tausiah Ustadz Dede Bafaqih yang disampaikan pada peringatan Hari Penyu Sedunia di Pantai Ujung Batu, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kota Padang, pada Sabtu (16/6).

“Manusia sebagai khalifah di bumi, dibebani untuk mengelola bumi beserta isinya dengan berdasarkan tuntunan agama. Di samping itu, bahwa Islam memiliki makna keselamatan, sehingga dengan berislamnya kita maka seluruhnya harusnya selamat dari perilaku kita, tidak hanya kepada manusia, termasuk juga tumbuh – tumbuhan dan binatang, menjadi rahmat bagi alam semesta,” jelas ustadz Dede Bafaqih.

Lebih lanjut disampaikan tentang kisah sahabat nabi Abdurrahman bin Shakhr ad Dausi yang dijuluki sebagai bapaknya kucing atau lebih dikenal sebagai Abu Hurairah karena sifat kasih sayangnya terhadap kucing.

Peringatan Acara Penyu Sedunia ini diinsiasi oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang bersama dengan Forum Komunikasi dan Pelestarian Penyu (FKPP) Sumatera Barat.

Lebih dari 100 orang hadir dalam peringatan tersebut yang terdiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan Kab/Kota, instansi vertikal kementerian/lembaga di Wilayah Sumatera Barat serta penggiat konservasi dan masyarakat sekitar.

“Jika ada penyu naik ke pantai, mohon jangan diganggu dan telurnya jangan dikonsumsi atau diperjualbelikan karena akan kena sanksi berupa denda 100 juta atau dikenakan sanksi kurangan,” pesan Kepala BPSPL Padang, Muh Yusuf.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pada peringatan Hari Penyu Sedunia ini, selain buka puasa bersama juga dilakukan pelepasan tukik sebanyak 245 ekor ke laut.

penyu, tukik
Pelepasan tukik di Pantai Ujung Batu, Kota Padang. (Foto: Hadi Prayitno/SERUJI)

Acara peringatan Hari Penyu Sedunia ini, pelaksanaannya dibarengkan dengan Hari Laut Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 juni setiap tahunnya.

“Mari kita jaga laut kita dari sampah plastik karena akan menyebabkan sumberdaya alam akan rusak. Maraknya mamalia laut terdampar dan penyu salah satu penyebabnya adalah karena memakan sampah plastik yang terserak di laut,” kata Muh Yusuf. (HadiP/IwanY)

1 KOMENTAR

  1. Mantap… Ternyata Islam mengatur juga tentang lingkungan hidup. Tidak sekedar ritual ibadah.
    Benarlah kata mereka, Islam mencakup dan mengatur segala aspek kehidupan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER