Peringati Hari Penyu Sedunia, 245 Tukik Dilepasliarkan

1
197
penyu
Peringatan Hari Penyu Sedunia di Padang, diisi dengan tausiyah dari ust. Dede Bafaqih. (Foto: Hadi Prayitno/SERUJI)

PADANG – “Sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit akan menyayanginmu”, demikian salah satu isi tausiah Ustadz Dede Bafaqih yang disampaikan pada peringatan Hari Penyu Sedunia di Pantai Ujung Batu, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kota Padang, pada Sabtu (16/6).

“Manusia sebagai khalifah di bumi, dibebani untuk mengelola bumi beserta isinya dengan berdasarkan tuntunan agama. Di samping itu, bahwa Islam memiliki makna keselamatan, sehingga dengan berislamnya kita maka seluruhnya harusnya selamat dari perilaku kita, tidak hanya kepada manusia, termasuk juga tumbuh – tumbuhan dan binatang, menjadi rahmat bagi alam semesta,” jelas ustadz Dede Bafaqih.

Lebih lanjut disampaikan tentang kisah sahabat nabi Abdurrahman bin Shakhr ad Dausi yang dijuluki sebagai bapaknya kucing atau lebih dikenal sebagai Abu Hurairah karena sifat kasih sayangnya terhadap kucing.

Peringatan Acara Penyu Sedunia ini diinsiasi oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang bersama dengan Forum Komunikasi dan Pelestarian Penyu (FKPP) Sumatera Barat.

Lebih dari 100 orang hadir dalam peringatan tersebut yang terdiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan Kab/Kota, instansi vertikal kementerian/lembaga di Wilayah Sumatera Barat serta penggiat konservasi dan masyarakat sekitar.

“Jika ada penyu naik ke pantai, mohon jangan diganggu dan telurnya jangan dikonsumsi atau diperjualbelikan karena akan kena sanksi berupa denda 100 juta atau dikenakan sanksi kurangan,” pesan Kepala BPSPL Padang, Muh Yusuf.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pada peringatan Hari Penyu Sedunia ini, selain buka puasa bersama juga dilakukan pelepasan tukik sebanyak 245 ekor ke laut.

penyu, tukik
Pelepasan tukik di Pantai Ujung Batu, Kota Padang. (Foto: Hadi Prayitno/SERUJI)

Acara peringatan Hari Penyu Sedunia ini, pelaksanaannya dibarengkan dengan Hari Laut Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 juni setiap tahunnya.

“Mari kita jaga laut kita dari sampah plastik karena akan menyebabkan sumberdaya alam akan rusak. Maraknya mamalia laut terdampar dan penyu salah satu penyebabnya adalah karena memakan sampah plastik yang terserak di laut,” kata Muh Yusuf. (HadiP/IwanY)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Mantap… Ternyata Islam mengatur juga tentang lingkungan hidup. Tidak sekedar ritual ibadah.
    Benarlah kata mereka, Islam mencakup dan mengatur segala aspek kehidupan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
tenaga kerja asing

Imigrasi Ungkap Gaji TKA Ilegal Yang Fantastis di Nabire

TIMIKA, SERUJI.CO.ID - Jajaran Kantor Imigrasi Kelas II Tembagapura, Timika, Papua menyebut puluhan pekerja asing atau TKA ilegal yang bekerja di tambang emas rakyat di...
Sudrajat-Syaikhu

101 Purnawirawan Jenderal Turun Gunung Menangkan Pasangan Asyik

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) telah menerjunkan sebanyak 101 purnawirawan perwira tinggi TNI ke Jawa Barat untuk memperjuangkan kemenangan Pasangan Calon...

Aparat Siap Amankan 332 TPS di Kota Banjar

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Polres Kota Banjar, menggelar apel pasukan dalam rangka pengamanan pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kota Banjar serta pemilihan...

Nelayan Dilibatkan Pencarian Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun

SIMALUNGUN, SERUJI.CO.ID  - Basarnas melibatkan nelayan tradisional yang selama ini beroperasi di Danau Toba untuk mencari penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam sejak 18...
Pesawat N219

Baku Tembak dengan Separatis Masih Berlangsung, Evakuasi Sulit Dilakukan

JAYAPURA, SERUJI.CO.ID -  Maskapai penerbangan Trigana Air kesulitan mengevakuasi kru dan pesawat yang ditembak Kelompok Separatis Papua di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Senin...