KPU Sumut Mulai Rekapitulasi Suara Tingkat Provinsi

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara mulai melakukan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilu 2019 untuk tingkat provinsi Sumatera Utara yang digelar mulai 6 hingga 9 Mei 2019.

Ketua KPU Sumut Yulhasni di Medan, Senin (6/5), mengatakan, pihaknya mulai menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Sumut pemilu 2019 yang dilaksanakan di Hotel JW Mariot Medan yang dihadiri seluruh saksi parpol peserta pemilu.

“Kami targetkan rekapitulasi selesai 9 Mei 2019. Artinya kami harus terus kerja ekstra secara simultan sehingga proses rekapitulasi benar-benar rampung sesuai target dan untuk selanjutnya bisa disampaikan ke tingkat pusat,” katanya saat membuka rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara tersebut.

Ia mengatakan, tahapan demi tahapan pemilu terus bergulir dan sampai hari ini masuk pada proses rekapitulasi tingkat provinsi yang diharapkan juga berjalan dengan baik sesuai harapan bersama.

Meski sebelumnya terdapat sejumlah kendala di lapangan seperti pemilu susulan maupun harus diulang di beberapa TPS, namun semuanya secara umum berjalan dengan baik dan tentunya juga berkat kesiapan semua petugas di lapangan.

“Kami sadar masih banyak kekurangan maupun ketidaksempurnaan selama menjalankan proses pemilihan. Itu semua merupakan tanggung jawab kami. Kami sampaikan maaf kepada semua pihak atas segala ketidakkesempurnaan yang terjadi,” katanya.

Sementara Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga, dalam kesempatan yang sama mengatakan, meski rekapitulasi dilakukan secara terbuka, namun pihaknya memberi batasan kepada parpol dalam mengirimkan saksi yakni hanya diperkenankan mengirim 4 saksi, namun hanya 2 yang diperkenankan didalam ruangan.

“Artinya saksi parpol maupun saksi lainnya memang 4 orang, tapi yang diperkenankan masuk ke dalam ruangan hanya dua orang. Artinya mereka harus bergantian. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar sampai 9 Mei mendatang sesuai yang kita agendakan,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Ghazwul Fikri dan Media

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.