KPA Sumut Ajak Masyarakat Tes HIV

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Hari Aids Sedunia (HAS) akan diperingati pada 1 Desember 2017 mendatang. Karena itu, Komisi Penanggulangan Aids (KPA) mengajak semua kalangan masyarakat agar melakukan tes HIV untuk mengetahui status sejak dini.

“Dengan mengetahui status sejak dini, maka akan mudah mendapatkan pengobatan dengan Anti Retro Viral (ARV). Ini bisa mendorong penurunan epidemi HIV,” kata Kepala Sekretariat KPA Sumut, Ahmad Ramadhan di Kantor KPA Sumut, Kamis (30/11).

Dia menyebutkan HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga daya tahan tubuh terus menurun dan mudah tertular oleh berbagai jenis penyakit.

“Virus ini terdapat di cairan tubuh manusia yaitu darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu yang mengidap HIV. Seseorang akan tertular virus HIV, jika cairan tubuh penderita yang mengandung virus tersebut berpindah ke tubuh manusia yang sehat,” urainya.

Sedangkan AIDS (Aqcuired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala atau penyakit yang muncul akibat HIV. Pada tahap ini, daya tahan tubuh penderita sudah sangat rendah dan akan mengalami kematian.

HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dihambat perkembangannya dalam tubuh dengan disiplin mengkonsumsi ARV (Anti Retro Viral).

“Perilaku masyarakat yang beresiko tertular HIV, adalah melakukan hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan dan tidak pakai pengaman, menggunakan jarum suntik yang tidak steril dan penularan dari ibu ke bayi,” lanjutnya.

Menurut Ahmad Ramadhan, hampir semua kabupaten/kota di Sumut sudah terbentuk KPA. Namun sayangnya, ada yang aktif dan ada yang tidak aktif. Apalagi masih banyak ditemukan tempat-tempat prostitusi, perilaku seks di luar nikah dan seks sesama jenis.

“Jadi bisa dibayangkan bagaimana penanggulangan HIV/AIDS di kabupaten kota di Sumut yang KPA nya yang tidak aktif. Jika melihat sebaran perilaku masyarakat yang beresiko tertular HIV/AIDS, tentu semua kabupaten/kota di Sumut berpotensi menjadi wilayah yang masyarakatnya rentang tertular,” bebernya. (Mica/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Adil dan Beradab

Mempertentangkan syariat Islam dengan Pancasila adalah ahistoris dan tidak logis. Apalagi, faktanya, syariat Islam memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Muslim Indonesia.

Tidak Larang Demo Saat Pelantikan, Jokowi: Dijamin Konstitusi

Presiden Jokowi menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang ingin dilakukan masyarakat, menjelang dan saat pelantikan Presiden-Wakil Presiden terpilih Pilpres 2019, pada tanggal 20 Oktober mendatang.

La Nyalla: Kongres PSSI Merupakan Momentum Mengembalikan Kedaulatan Voters

"Dengan hak suaranya di kongres, voters lah yang akan menjadi penentu hitam putihnya sepakbola negeri ini. Sebab, voters-lah yang memilih 15 pejabat elit PSSI untuk periode 2019-2023. Yaitu Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Exco," kata La Nyalla

Rhenald Kasali: CEO Harus Bisa Bedakan Resesi dengan Disrupsi

Pakar disrupsi Indonesia, Prof Rhenald Kasali mengingatkan agar pelaku usaha dan BUMN bisa membedakan ancaman resesi dengan disrupsi. Terlebih saat sejumlah unicorn mulai diuji di pasar modal dan beralih dari angel investor ke publik.

Ditengah Merapatnya Prabowo ke Jokowi, Sandiaga “Deklarasi” Kembali ke Gerindra

Sandiaga Uno yang sebelum Pilpres 2019 menyatakan keluar dari Partai Gerindra untuk berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2019, hari ini Selasa (15/10) menyatakan kembali ke partai asalnya tersebut.

Anda Penderita Tukak Lambung? Catat, Inilah Obat Pengganti Ranitidin Yang Telah Ditarik

Dari laman resmi BPOM yang diakses di Jakarta, Selasa (15/10), menyebut obat dengan Ranitidin saat ini ditarik secara sementara karena diduga mengandung cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang memicu kanker (karsinogenik).

Sesuai Anjuran Anies, Pemkot Jaktim Siapkan Trotoar Jatinegara Untuk Berdagang PKL

Pemerintah Kota Jakarta Timur saat ini sedang menyiapkan area trotoar di kawasan Jatinegara sebagai area bagi pedagang kaki lima (PKL). Hal ini dilakukan sesuat dengan permintaan Gubernur Anies Baswedan.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi