KPA Sumut Ajak Masyarakat Tes HIV

0
96
  • 7
    Shares
KPA Sumut
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDSĀ (KPA) Sumut, H Rachmatsyah didampingi Kepala Sekretariat KPA Sumut, Ahmad Ramadhan memberikan penjelasan di Kantor KPA Sumut, Kamis (30/11/2017). (Foto: Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Hari Aids Sedunia (HAS) akan diperingati pada 1 Desember 2017 mendatang. Karena itu, Komisi Penanggulangan Aids (KPA) mengajak semua kalangan masyarakat agar melakukan tes HIV untuk mengetahui status sejak dini.

“Dengan mengetahui status sejak dini, maka akan mudah mendapatkan pengobatan dengan Anti Retro Viral (ARV). Ini bisa mendorong penurunan epidemi HIV,” kata Kepala Sekretariat KPA Sumut, Ahmad Ramadhan di Kantor KPA Sumut, Kamis (30/11).

Dia menyebutkan HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga daya tahan tubuh terus menurun dan mudah tertular oleh berbagai jenis penyakit.

Loading...

“Virus ini terdapat di cairan tubuh manusia yaitu darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu yang mengidap HIV. Seseorang akan tertular virus HIV, jika cairan tubuh penderita yang mengandung virus tersebut berpindah ke tubuh manusia yang sehat,” urainya.

Sedangkan AIDS (Aqcuired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan gejala atau penyakit yang muncul akibat HIV. Pada tahap ini, daya tahan tubuh penderita sudah sangat rendah dan akan mengalami kematian.

HIV/AIDS tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dihambat perkembangannya dalam tubuh dengan disiplin mengkonsumsi ARV (Anti Retro Viral).

“Perilaku masyarakat yang beresiko tertular HIV, adalah melakukan hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan dan tidak pakai pengaman, menggunakan jarum suntik yang tidak steril dan penularan dari ibu ke bayi,” lanjutnya.

Menurut Ahmad Ramadhan, hampir semua kabupaten/kota di Sumut sudah terbentuk KPA. Namun sayangnya, ada yang aktif dan ada yang tidak aktif. Apalagi masih banyak ditemukan tempat-tempat prostitusi, perilaku seks di luar nikah dan seks sesama jenis.

“Jadi bisa dibayangkan bagaimana penanggulangan HIV/AIDS di kabupaten kota di Sumut yang KPA nya yang tidak aktif. Jika melihat sebaran perilaku masyarakat yang beresiko tertular HIV/AIDS, tentu semua kabupaten/kota di Sumut berpotensi menjadi wilayah yang masyarakatnya rentang tertular,” bebernya. (Mica/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU