Kasus Kekerasan Anak di Kepri Meningkat

TANJUNGPINANG, SERUJI.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mencatat kasus kekerasan terhadap anak maupun kejahatan yang dilakukan anak meningkat pada tahun 2017 dibanding kejadian setahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kepri, Misni, di Tanjungpinang, Selasa (30/1) mengatakan tahun 2017 terdapat 249 kasus kekerasan terhadap anak, dan juga kasus pencurian yang melibatkan anak.

“Kasus kekerasan terhadap anak tertinggi terjadi di Batam, sedangkan Anambas terendah,” ujarnya.

Misni menjelaskan kasus kekerasan terhadap anak, dan kasus pencurian yang melibatkan anak-anak di Batam mencapai 75 kasus, sedangkan di Anambas hanya tercatat 6 kasus.

Sementara kasus kekerasan terhadap anak, dan kasus pencurian yang dilakukan anak di Tanjungpinang, ibu kota Kepri mencapai 50 kasus, di Kabupaten Karimun 42 kasus, Lingga 19 kasus dan Natuna 17 kasus.

Ia khawatir jika tidak dilakukan upaya antisipasi, pencegahan, kasus ini meningkat.

“Karena itu, kami akan melakukan upaya antisipasi melalui bantuan hukum, konsultasi hingga sosialisasi payung hukum perlindungan anak,” ujarnya.

Ia mengemukakan kasus kekerasan terhadap anak seperti penelantaran, fisik, psikis, seksual, dan penjualan orang.

“Ada pula kasus perebutan hak asuh anak, dan kasus pencurian yang dilakukan anak-anak,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Kepri, Faisal, mengatakan peran orang tua sangat besar dalam merawat dan menjaga anak-anaknya agar tidak menjadi korban kekerasan terhadap anak. Orang tua harus mampu mengawasi anak-anaknya baik di rumah maupun di lingkungan bermain.

Selain itu, kata dia pihak sekolah juga harus dapat menjaga para pelajar, tidak hanya sekadar mendidik.

“Permasalahan kejahatan yang melibatkan anak-anak, dan kekerasan terhadap anak menjadi atensi kami. Sejak tahun 2017, kami melihat ada kecenderungan meningkat sehingga perlu dilakukan upaya antisipasi,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Dokter Bedah Yang Ditahan Kejari Pekanbaru Ini, Gemar Ongkosi Pasien Kurang Mampu

Tak hanya memberi pengobatan gratis, ternyata selama ini drg Masrial juga banyak membantu pasien kurang mampu. Apa saja bentuk bantuan itu?

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Akibat drg Masrial Ditahan Kejari, Operasi Gratis Bibir Sumbing 40 Pasien Ini Terancam Batal

Akibat penahanan drg. Masrial, pelaksanaan operasi gratis bibir sumbing di Bengkulu terancam batal.