Harga Labu Madu Selangit tapi Pemasaran Sulit

BENGKALIS – Butternut squash atau familiar dengan sebutan labu madu merupakan tanaman labu yang unik dengan bentuk seperti bohlam berasal dari daerah Watham, Amerika Serikat. Labu madu dengan tekstur yang lembut dan manis ini sudah mulai dikembangkan di Indonesia dengan pasar yang masih cukup terbatas dan tentunya dengan harga jual yang masih cukup tinggi.
Di tingkat petani, harga labu madu mencapai Rp. 35.000/kg dan di pasar buah bahkan bisa mencapai harga Rp. 80.000/kg.

Rasa manis buah labu madu tersebut akan semakin meningkat jika disimpan selama dua bulan setelah di panen. Bahkan labu madu dapat bertahan hingga 6 bulan jika disimpan dalam keadaan utuh.

Buahnya mengandung serat yang tinggi dan mengandung berbagai manfaat. Di antaranya menurunkan dan mencegah tekanan darah tinggi, melancarkan sistem pencernaan, memperkuat tulang, menjaga kesehatan kulit. Kemudian, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi peradangan karena antioksidannya yang tinggi , membantu menurukan berat badan, dan meningkatkan daya penglihatan

Kini, labu madu sudah mulai dikembangkan dan didapatkan di Kabupaten Bengkalis. Seperti yang terdapat di Desa Resam Lapis, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Salah seorang warga desa yang bernama Helmi Syafrizal berhasil mengembangkan tanaman buah labu madu.

Dia mengatakan bahwa penanaman labu madu tidak terlalu sulit untuk diaplikasikan. Bahkan dia hanya menanam di lahan perkarangan rumah sendiri. Masa panennya juga tidak terlalu lama, yaitu sekitar 75 hari setelah tanam. Khusus di Bengkalis, labu madu belum terlalu familiar dan masih sangat minim dibudidayakan oleh masyarakat petani lokal. Bahkan toko-toko buah dan masyarakat banyak yang belum mengenal labu madu ini.

Jika masyarakat paham dengan khasiat dan cara budidaya labu madu ini, bisa dipastikan masyarakat petani akan memiliki potensi yang besar untuk meraup keuntungan yang tidak sedikit. Dengan demikian, tentunya juga akan meningkatkan kesejahteraan bagi para petani.

“Harga jual ditingkat petani juga cukup tinggi, yaitu berkisar Rp 25.000/kg. Kalau kita bisa memanfaatkan potensi lokal untuk membangun kesejahteraan petani kenapa tidak dicoba,” tuturnya.

Nah, jika ada teman-teman yang berminat untuk melihat ataupun belajar membudidayakan labu madu tersebut, bisa langsung datang lokasi yang telah disebutkan di atas atau bisa menghubungi nomor telepon 085271516051 saudara Helmi.

EDITOR: Rizky

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Inilah Tanda Bayi Terkena Penyakit Demam Berdarah

Kenali Demam Berdarah, waspada terhadap anak anda