Harga Labu Madu Selangit tapi Pemasaran Sulit

1793
Helmi dengan labu madu yang dibudidayakan. (Foto: Rory Anas)

BENGKALIS – Butternut squash atau familiar dengan sebutan labu madu merupakan tanaman labu yang unik dengan bentuk seperti bohlam berasal dari daerah Watham, Amerika Serikat. Labu madu dengan tekstur yang lembut dan manis ini sudah mulai dikembangkan di Indonesia dengan pasar yang masih cukup terbatas dan tentunya dengan harga jual yang masih cukup tinggi.
Di tingkat petani, harga labu madu mencapai Rp. 35.000/kg dan di pasar buah bahkan bisa mencapai harga Rp. 80.000/kg.

Rasa manis buah labu madu tersebut akan semakin meningkat jika disimpan selama dua bulan setelah di panen. Bahkan labu madu dapat bertahan hingga 6 bulan jika disimpan dalam keadaan utuh.

Buahnya mengandung serat yang tinggi dan mengandung berbagai manfaat. Di antaranya menurunkan dan mencegah tekanan darah tinggi, melancarkan sistem pencernaan, memperkuat tulang, menjaga kesehatan kulit. Kemudian, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi peradangan karena antioksidannya yang tinggi , membantu menurukan berat badan, dan meningkatkan daya penglihatan

Kini, labu madu sudah mulai dikembangkan dan didapatkan di Kabupaten Bengkalis. Seperti yang terdapat di Desa Resam Lapis, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Salah seorang warga desa yang bernama Helmi Syafrizal berhasil mengembangkan tanaman buah labu madu.

Dia mengatakan bahwa penanaman labu madu tidak terlalu sulit untuk diaplikasikan. Bahkan dia hanya menanam di lahan perkarangan rumah sendiri. Masa panennya juga tidak terlalu lama, yaitu sekitar 75 hari setelah tanam. Khusus di Bengkalis, labu madu belum terlalu familiar dan masih sangat minim dibudidayakan oleh masyarakat petani lokal. Bahkan toko-toko buah dan masyarakat banyak yang belum mengenal labu madu ini.

Jika masyarakat paham dengan khasiat dan cara budidaya labu madu ini, bisa dipastikan masyarakat petani akan memiliki potensi yang besar untuk meraup keuntungan yang tidak sedikit. Dengan demikian, tentunya juga akan meningkatkan kesejahteraan bagi para petani.

“Harga jual ditingkat petani juga cukup tinggi, yaitu berkisar Rp 25.000/kg. Kalau kita bisa memanfaatkan potensi lokal untuk membangun kesejahteraan petani kenapa tidak dicoba,” tuturnya.

Nah, jika ada teman-teman yang berminat untuk melihat ataupun belajar membudidayakan labu madu tersebut, bisa langsung datang lokasi yang telah disebutkan di atas atau bisa menghubungi nomor telepon 085271516051 saudara Helmi.

EDITOR: Rizky

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama