Disangka Tangkap Babi Hutan di Kuburan Cina, Ternyata Warga Tangkap …

14
17431
Tapir yang ditangkap di pemukiman warga di Kecamatan Kota Pinang, Labuhan Batu Selatan (Labusel), Sumut (foto:Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Warga di Komplek Kuburan Cina, Kampung Kristen, Kecamatan Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara menangkap seekor hewan di area kuburan Cina tersebut. Tadinya warga menyangka itu adalah seekor babi hutan yang nyasar ke area perkuburan.

Tapi ternyata setelah ditangkap dan diperhatikan dengan seksama, warga baru mengetahui bahwa itu bukan babi hutan. Tapi seekor binatang langka, tapir.

Tapir yang ditangkap di kuburan Cina Labusel.

Hewan langka yang memiliki berat 300 Kg ini menjadi tontonan warga yang awalnya mengira tapir tersebut merupakan babi hutan.

“Tapir itu ditangkap warga sekitar semalam siang. Awalnya penjaga kuburan bernama Frengki Samosir melihat seekor hewan besar hitam mirip seperti babi,” kata Analisis Data Kehumasan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Evansus R Manalu, Selasa (19/12).

Dia menyebutkan ketika didekati, hewan tersebut lari ke arah tembok kuburan yang bersebelahan dengan pemukiman warga sebelum akhirnya melompati tembok. Warga Lingkungan Kampung Kristen, kemudian menangkap hewan yang belakangan diketahui ternyata tapir.

“Saat ditangkap warga, kondisi tapir mengalami sejumlah luka di tubuh. Diduga akibat tergores saat melarikan diri. Warga lalu mengikat keempat kaki hewan tersebut,” jelasnya.

Kepolisian Sektor Kota Pinang dan Dinas Peternakan Pemkab Labusel mengevakuasi tapir jantan berusia 4 tahun itu ke tempat Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Air Merah, Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel untuk dilakukan perawatan.

“Kemudian tapir ini dibawa ke Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) di Aek Godang, Hulu Sihapas, Padang Lawas, Sumut. Jadi masih dalam perawatan lebih lanjut sehingga dibawa ke BNWS,” urainya.

Menurut Evansus hewan berbulu hitam putih dan memiliki berat 300 Kg itu nantinya akan dilepasliarkan jika kondisi kesehatannya sudah membaik. Namun akan dilihat terlebih dahulu habitat hewan langka dan dilindungi ini.

“Karena menurut info yang diterima kawan-kawan di lapangan, lokasi dia ditangkap jauh dari hutan. Makanya mungkin kehilangan habitat, masuk ke pemukiman warga setelah itu ditangkap. Untuk lepas liar, kita lihat dulu fisiknya. Karena ini masih dalam perawatan,” pungkasnya. (Mica/Hrn)

Komentar

BACA JUGA

Departemen Keuangan AS Kritik Keras Aksi Non Pasar China

WASHINGTON, SERUJI.CO.ID - Pejabat tinggi Departemen Keuangan Amerika Serikat, Rabu (21/2), menyampaikan kritik atas kebijakan ekonomi China yang dituduh "berperilaku non-pasar" serta mengatakan bahwa AS...
banjir

Banjir Bandang Terjang Sejumlah Desa di Bojonegoro

BOJONEGORO, SERUJI.CO.ID - Sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Dander, Bubulan, dan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diterjang banjir bandang dengan ketinggian air berkisar 0,5-1 meter...

Ganjar Pranowo Kunjungi Korban Banjir Demak

DEMAK, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi para korban banjir di Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Kamis (22/2). Calon gubernur yang berpasangan...
Penjahat ditangkap

Sembunyikan Sabu Dalam Pembalut, Penumpang Pesawat Diamankan

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - EW (41), perempuan penumpang pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur-Semarang, Jawa Tengah, ditangkap saat diketahui berusaha menyelundupkan 538 gram narkotika jenis sabu-sabu...
Akbar Tanjung

Akbar Tanjung Anggap Nomor 4 Bawa Keberuntungan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung menganggap angka empat yang menjadi nomor urut parpolnya justru akan membawa keberuntungan atau mampu...
loading...
IMG_20180221_224758_367

Apa yang Kau Cari, Fahri Hamzah?

Fahri Hamzah, politisi paling populer tahun-tahun ini. Anggota DPR dari fraksi PKS ini sangat kritis terhadap segala hal yang dianggapnya tidak benar dalam penyelenggaraan...
images (3)

Fahri Vs KPK, Senjata OTT dan JC Ampuh?

Berkali-kali KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), seringkali secara dramatis dan dibesar-besarkan media, layaknya pahlawan. Sayangnya, kebanyakan kelas kabupaten, bukan membongkar sindikat nasional dan...
1_2G1_0QFZyN75nPAxOeD_Lw

Judi dan Kompetisi

Miripkah? Agak. Adilkah? Tidak. Tapi kalau dilihat, kompetisi olahraga itu tidak lebih adil daripada judi. Contoh : tak mungkin tim basket Indonesia menang melawan...