Disangka Tangkap Babi Hutan di Kuburan Cina, Ternyata Warga Tangkap …

14
17528
Tapir yang ditangkap di pemukiman warga di Kecamatan Kota Pinang, Labuhan Batu Selatan (Labusel), Sumut (foto:Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Warga di Komplek Kuburan Cina, Kampung Kristen, Kecamatan Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara menangkap seekor hewan di area kuburan Cina tersebut. Tadinya warga menyangka itu adalah seekor babi hutan yang nyasar ke area perkuburan.

Tapi ternyata setelah ditangkap dan diperhatikan dengan seksama, warga baru mengetahui bahwa itu bukan babi hutan. Tapi seekor binatang langka, tapir.

Tapir yang ditangkap di kuburan Cina Labusel.

Hewan langka yang memiliki berat 300 Kg ini menjadi tontonan warga yang awalnya mengira tapir tersebut merupakan babi hutan.

“Tapir itu ditangkap warga sekitar semalam siang. Awalnya penjaga kuburan bernama Frengki Samosir melihat seekor hewan besar hitam mirip seperti babi,” kata Analisis Data Kehumasan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Evansus R Manalu, Selasa (19/12).

Dia menyebutkan ketika didekati, hewan tersebut lari ke arah tembok kuburan yang bersebelahan dengan pemukiman warga sebelum akhirnya melompati tembok. Warga Lingkungan Kampung Kristen, kemudian menangkap hewan yang belakangan diketahui ternyata tapir.

“Saat ditangkap warga, kondisi tapir mengalami sejumlah luka di tubuh. Diduga akibat tergores saat melarikan diri. Warga lalu mengikat keempat kaki hewan tersebut,” jelasnya.

Kepolisian Sektor Kota Pinang dan Dinas Peternakan Pemkab Labusel mengevakuasi tapir jantan berusia 4 tahun itu ke tempat Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Air Merah, Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel untuk dilakukan perawatan.

“Kemudian tapir ini dibawa ke Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) di Aek Godang, Hulu Sihapas, Padang Lawas, Sumut. Jadi masih dalam perawatan lebih lanjut sehingga dibawa ke BNWS,” urainya.

Menurut Evansus hewan berbulu hitam putih dan memiliki berat 300 Kg itu nantinya akan dilepasliarkan jika kondisi kesehatannya sudah membaik. Namun akan dilihat terlebih dahulu habitat hewan langka dan dilindungi ini.

“Karena menurut info yang diterima kawan-kawan di lapangan, lokasi dia ditangkap jauh dari hutan. Makanya mungkin kehilangan habitat, masuk ke pemukiman warga setelah itu ditangkap. Untuk lepas liar, kita lihat dulu fisiknya. Karena ini masih dalam perawatan,” pungkasnya. (Mica/Hrn)

loading...

14 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

BACA JUGA

Rayakan Keberkahan Bulan Mulia dengan Buka Bersama 2500 Yatim

BANDUNG, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 2500 anak yatim mengikuti buka bersama yang diselenggarakan Bank BJB dan PKPU Human Initiative Jawa Barat, Rabu (23/5). Program tersebut...
Uang Rupiah

Rupiah Terus Melemah, Pemerintah Janji Akan Atasi

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan mengatasi pelemahan rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS). "Pemerintah bersama-sama Bank Indonesia akan...

Desa di Lereng Merapi Cek Kesiapan Barak Pengungsian

SLEMAN, SERUJI.CO.ID -  Pemerintah Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengecek kesiapan dan kelengkapan barak pengungsian yang ada di komplek Balai Desa...
bus

Bengkulu Mulai Uji Kelaikan Angkutan Lebaran

BENGKULU, SERUJI.CO.ID - Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Bengkulu mulai menggelar uji kelaikan kendaraan umum angkutan Lebaran 2018. Kepala Unit Pelaksana...

Menkeu: Utang Luar Negeri Indonesia Terus Turun

SUKOHARJO, SERUJI.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan utang Indonesia terus mengalami tren penurunan dari tahun ke tahun. "Sesuai dengan yang diatur dalam undang-undang keuangan,...