MEDAN, SERUJI.CO.ID – Warga di Komplek Kuburan Cina, Kampung Kristen, Kecamatan Kotapinang, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Sumatera Utara menangkap seekor hewan di area kuburan Cina tersebut. Tadinya warga menyangka itu adalah seekor babi hutan yang nyasar ke area perkuburan.
Tapi ternyata setelah ditangkap dan diperhatikan dengan seksama, warga baru mengetahui bahwa itu bukan babi hutan. Tapi seekor binatang langka, tapir.

Hewan langka yang memiliki berat 300 Kg ini menjadi tontonan warga yang awalnya mengira tapir tersebut merupakan babi hutan.
“Tapir itu ditangkap warga sekitar semalam siang. Awalnya penjaga kuburan bernama Frengki Samosir melihat seekor hewan besar hitam mirip seperti babi,” kata Analisis Data Kehumasan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut Evansus R Manalu, Selasa (19/12).
Dia menyebutkan ketika didekati, hewan tersebut lari ke arah tembok kuburan yang bersebelahan dengan pemukiman warga sebelum akhirnya melompati tembok. Warga Lingkungan Kampung Kristen, kemudian menangkap hewan yang belakangan diketahui ternyata tapir.
“Saat ditangkap warga, kondisi tapir mengalami sejumlah luka di tubuh. Diduga akibat tergores saat melarikan diri. Warga lalu mengikat keempat kaki hewan tersebut,” jelasnya.
Kepolisian Sektor Kota Pinang dan Dinas Peternakan Pemkab Labusel mengevakuasi tapir jantan berusia 4 tahun itu ke tempat Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Air Merah, Kecamatan Kampung Rakyat, Labusel untuk dilakukan perawatan.
“Kemudian tapir ini dibawa ke Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) di Aek Godang, Hulu Sihapas, Padang Lawas, Sumut. Jadi masih dalam perawatan lebih lanjut sehingga dibawa ke BNWS,” urainya.
Menurut Evansus hewan berbulu hitam putih dan memiliki berat 300 Kg itu nantinya akan dilepasliarkan jika kondisi kesehatannya sudah membaik. Namun akan dilihat terlebih dahulu habitat hewan langka dan dilindungi ini.
“Karena menurut info yang diterima kawan-kawan di lapangan, lokasi dia ditangkap jauh dari hutan. Makanya mungkin kehilangan habitat, masuk ke pemukiman warga setelah itu ditangkap. Untuk lepas liar, kita lihat dulu fisiknya. Karena ini masih dalam perawatan,” pungkasnya. (Mica/Hrn)

tapir
Tinggal bc aja kok pd sewot,.
G suka ya diem,..ngapain pakai ngata2in kasar..
Pisss..
Itu kura kura ninja
miminn ngelawakkk.. itu cebong min
Hewan yang dilindungi