Tuntut Perbaikan Sistem, Ratusan Ojek Daring Demo di DPRD Surabaya

0
59
Demo ojek daring yang dilakukan Selasa (27/3) menuntut kenaikan tarif (foto: istimewa)

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ratusan pengemudi taksi dan ojek daring melakukan demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (13/7), menuntut adanya perbaikan dan evaluasi sistem pengemudi daring yang selama ini dinilai memberatkan mereka.

“Kami menilai sistem yang diberlakukan tidak manusiawi. Sedikit-sedikit suspend (sanksi). Belum lagi tidak laiknya tarif yang ditetapkan,” kata Humas Jatim Online Bersatu (JOB) Daniel Lukas Rorong saat orasi di depan gedung DPRD Surabaya.

Para pengemudi taksi dan ojek daring tersebut sebelumnya juga melakukan demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Raya Gubernur Suryo, Surabaya.

Sepanjang tepi Jalan Yos Sudarso atau depan gedung DPRD Surabaya dipenuhi parkir mobil untuk taksi dan motor ojek daring. Para pengemudi itu memakai seragam Go-Jek dan Grab.

Dalam orasinya, Daniel dan perwakilan pengemudi taksi dan ojek daring meneriakkan tuntutan agar para wakil rakyat yang saat ini duduk sebagai di DPRD Surabaya bisa membantu menyampaikan aspirasinya ke pemerintah provinsi dan pusat.

“Kami ini juga warga Kota Surabaya, kami juga punya hak untuk hidup dan bekerja demi keluarga, bukan asal hidup, kalau asal hidup, di hutan pun juga bisa, maka kami minta tolong kepada anggota dewan untuk membantu perjuangan kami,” kata para pengemudi daring lainnya.

Beberapa tuntutan lainnya di antaranya, kenaikan tarif per kilometer aplikator, anti monopoli (batasi taksi konvensional daring), tolak suspend atau sanksi semena-mena dan minta evaluasi sistem zonasi.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi para pengemudi daring ke pihak-pihak terkait.

“Kami berharap ada solusi terkait permasalahan ini,” ujar Armuji saat menemui para pengunjuk rasa di depan gedung DPRD Surabaya.

Selama ini, lanjut dia, perusahaan taksi dan ojek daring sering membuat tarif yang tidak masuk akal yang sengaja dibuat-buat sehingga merugikan pengemudi daring.

“Sering kali pengemudi dijadikan objek mereka. Ini yang sering terjadi di kota-kota besar,” katanya. (Ant/SU01)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
menhub

Menhub: Cuaca Buruk Belum Mempengaruhi Sektor Penerbangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sektor penerbangan belum terpengaruh kondisi cuaca buruk seperti yang dialami sektor pelayaran, meskipun kewaspadaan tetap...
tewas

Karena Kecelakaan Mobil, Pilot Lion Air Dimakamkan di Madinah

SERANG, SERUJI.CO.ID - Pilot Lion Air Captain Bambang Sugiri yang meninggal karena kecelakaan mobil di Arab Saudi, Sabtu (21/7), akan dimakamkan di Madinah pada...
Tahanan kabur

Dua dari 31 Orang Napi Lapas Doyo Yang Kabur Telah Diamankan

SENTANI, SERUJI.CO.ID - Kapolres Jayapura AKBP Victor Mackbon mengatakan jumlah narapidana yang melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura,...

Untuk Asian Games, PSSI Miliki Dua Bus Baru

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memiliki dua unit bus baru sebagai moda transportasi tim nasional sepak bola Indonesia menjelang bergulirnya...

Dirjen PAS: OTT di Sukamiskin Masalah Serius dan Tak Terduga

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengatakan kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)...