Tuntut Perbaikan Sistem, Ratusan Ojek Daring Demo di DPRD Surabaya


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Ratusan pengemudi taksi dan ojek daring melakukan demonstrasi di depan gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (13/7), menuntut adanya perbaikan dan evaluasi sistem pengemudi daring yang selama ini dinilai memberatkan mereka.

“Kami menilai sistem yang diberlakukan tidak manusiawi. Sedikit-sedikit suspend (sanksi). Belum lagi tidak laiknya tarif yang ditetapkan,” kata Humas Jatim Online Bersatu (JOB) Daniel Lukas Rorong saat orasi di depan gedung DPRD Surabaya.

Para pengemudi taksi dan ojek daring tersebut sebelumnya juga melakukan demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Jalan Raya Gubernur Suryo, Surabaya.

Sepanjang tepi Jalan Yos Sudarso atau depan gedung DPRD Surabaya dipenuhi parkir mobil untuk taksi dan motor ojek daring. Para pengemudi itu memakai seragam Go-Jek dan Grab.

Dalam orasinya, Daniel dan perwakilan pengemudi taksi dan ojek daring meneriakkan tuntutan agar para wakil rakyat yang saat ini duduk sebagai di DPRD Surabaya bisa membantu menyampaikan aspirasinya ke pemerintah provinsi dan pusat.

“Kami ini juga warga Kota Surabaya, kami juga punya hak untuk hidup dan bekerja demi keluarga, bukan asal hidup, kalau asal hidup, di hutan pun juga bisa, maka kami minta tolong kepada anggota dewan untuk membantu perjuangan kami,” kata para pengemudi daring lainnya.

Beberapa tuntutan lainnya di antaranya, kenaikan tarif per kilometer aplikator, anti monopoli (batasi taksi konvensional daring), tolak suspend atau sanksi semena-mena dan minta evaluasi sistem zonasi.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan pihaknya akan menyampaikan aspirasi para pengemudi daring ke pihak-pihak terkait.

“Kami berharap ada solusi terkait permasalahan ini,” ujar Armuji saat menemui para pengunjuk rasa di depan gedung DPRD Surabaya.

Selama ini, lanjut dia, perusahaan taksi dan ojek daring sering membuat tarif yang tidak masuk akal yang sengaja dibuat-buat sehingga merugikan pengemudi daring.

“Sering kali pengemudi dijadikan objek mereka. Ini yang sering terjadi di kota-kota besar,” katanya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close