Terkait Usulan Caleg Gerindra Buka Kembali Dolly, Imam Budi: Mungkin Beliau Khilaf


SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Karang Taruna Kota Surabaya, Imam Budi Utomo menyayangkan pernyataan politisi Gerindra, Asrilia Kurniati Bambang Harjo, yang mengatakan kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menutup lokalisasi Dolly adalah kebijakan yang salah.

Menurut Imam, bila pernyataan Asrilia yang juga calon anggota legislatif (caleg) DPRD Jatim tersebut diucapkan dalam keadaan sadar, maka tudingan yang dialamatkan kepada Risma tersebut adalah salah.

“Justru kebijakan Risma menutup Dolly adalah untuk menyelamatkan moralitas dan akhlak warga Kota Surabaya, dan sebagai bentuk keseriusan Risma memanusiakan manusia,” kata Imam kepada SERUJI, di Surabaya, Rabu (26/9).

Ditegaskan oleh pria yang juga caleg DPRD Surabaya dari PKS di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Surabaya ini, semua agama maupun keyakinan yang bersumberkan pada Tuhan pasti akan mendukung tindakan Risma menutup Dolly.

“Sebaik baiknya manusia adalah yang taat kepada Tuhannya, dan itulah yang sedang diwujudkan Risma di Kota ini, memanusiakan manusia, kota berperadaban,” tegasnya.

Baca juga: Salahkan Risma, Caleg Gerindra Ini Minta Lokalisasi Dolly Dibuka Kembali

Tidak ingin berpolemik lebih jauh, Imam berharap Asrilia hanya khilaf, karena menurutnya, penutupan lokalisasi Dolly adalah persoalan menjaga moralitas Kota Surabaya dan warganya.

“Mungkin yang bersangkutan sedang tidak fokus atau slip of the tongue saja, jadi belum siap dengan pertanyaan wartawan. Jadi dimaklumi saja selama yang bersangkutan meralat statement-nya untuk klarifikasi,” ujar Imam.

Menurut Imam, yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar pemerintah Kota Surabaya pasca-penutupan Dolly adalah bagaimana mengoptimalkan program pemberdayaan masyarakat terdampak, baik yang dilakukan secara mandiri oleh Pemkot ataupun menggandeng pihak-pihak pemerhati masyarakat.

“Dan juga bagaimana pengawasan pada tempat-tempat hiburan ataupun tempat yang bisa menjadi tumpahan dari penutupan tersebut dengan adanya PSK jalanan atau kegiatan kemaksiatan terselubung. Ini harus diawasi dengan ketat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya calon anggota legislatif (caleg) DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra, Asrilia Kurniati Bambang Harjo menganggap kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menutup lokalisasi Dolly adalah kebijakan yang salah.

Pasalnya, kata Asrilia, akibat penutupan Dolly penyebaran HIV/AIDS di Kota Surabaya menjadi tidak terkontrol dan makin merajalela. Selain itu, juga munculnya persoalan ekonomi bagi warga terdampak akibat penutupan tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Asrilia berharap lokalisasi Dolly bisa dibuka kembali. (Iwan S)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close