Terkait Usulan Caleg Gerindra Buka Kembali Dolly, Imam Budi: Mungkin Beliau Khilaf

4
144
  • 27
    Shares
Dolly Buka Lagi
Imam Budi Utomo, Wakil Ketua Karang Taruna Kota Surabaya.

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua Karang Taruna Kota Surabaya, Imam Budi Utomo menyayangkan pernyataan politisi Gerindra, Asrilia Kurniati Bambang Harjo, yang mengatakan kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menutup lokalisasi Dolly adalah kebijakan yang salah.

Menurut Imam, bila pernyataan Asrilia yang juga calon anggota legislatif (caleg) DPRD Jatim tersebut diucapkan dalam keadaan sadar, maka tudingan yang dialamatkan kepada Risma tersebut adalah salah.

“Justru kebijakan Risma menutup Dolly adalah untuk menyelamatkan moralitas dan akhlak warga Kota Surabaya, dan sebagai bentuk keseriusan Risma memanusiakan manusia,” kata Imam kepada SERUJI, di Surabaya, Rabu (26/9).

Ditegaskan oleh pria yang juga caleg DPRD Surabaya dari PKS di Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Surabaya ini, semua agama maupun keyakinan yang bersumberkan pada Tuhan pasti akan mendukung tindakan Risma menutup Dolly.

“Sebaik baiknya manusia adalah yang taat kepada Tuhannya, dan itulah yang sedang diwujudkan Risma di Kota ini, memanusiakan manusia, kota berperadaban,” tegasnya.

Baca juga: Salahkan Risma, Caleg Gerindra Ini Minta Lokalisasi Dolly Dibuka Kembali

Tidak ingin berpolemik lebih jauh, Imam berharap Asrilia hanya khilaf, karena menurutnya, penutupan lokalisasi Dolly adalah persoalan menjaga moralitas Kota Surabaya dan warganya.

“Mungkin yang bersangkutan sedang tidak fokus atau slip of the tongue saja, jadi belum siap dengan pertanyaan wartawan. Jadi dimaklumi saja selama yang bersangkutan meralat statement-nya untuk klarifikasi,” ujar Imam.

Menurut Imam, yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar pemerintah Kota Surabaya pasca-penutupan Dolly adalah bagaimana mengoptimalkan program pemberdayaan masyarakat terdampak, baik yang dilakukan secara mandiri oleh Pemkot ataupun menggandeng pihak-pihak pemerhati masyarakat.

“Dan juga bagaimana pengawasan pada tempat-tempat hiburan ataupun tempat yang bisa menjadi tumpahan dari penutupan tersebut dengan adanya PSK jalanan atau kegiatan kemaksiatan terselubung. Ini harus diawasi dengan ketat,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya calon anggota legislatif (caleg) DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra, Asrilia Kurniati Bambang Harjo menganggap kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menutup lokalisasi Dolly adalah kebijakan yang salah.

Pasalnya, kata Asrilia, akibat penutupan Dolly penyebaran HIV/AIDS di Kota Surabaya menjadi tidak terkontrol dan makin merajalela. Selain itu, juga munculnya persoalan ekonomi bagi warga terdampak akibat penutupan tersebut.

Melihat kondisi tersebut, Asrilia berharap lokalisasi Dolly bisa dibuka kembali. (Iwan S)

4 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU