Sulit Dapat Izin, Saksi Ahli dari Kominfo Yang Meringankan Ahmad Dhani Batal Hadir

SURABAYA, SERUJI.CO.ID – Saksi ahli Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang diajukan politikus Gerindra Ahmad Dhani Prasetyo untuk kasus pencemaran nama baik yang menjeratnya, batal hadir ke Mapolda Jawa Timur.

Ahmad Dhani yang ditemui usai menyerahkan barang bukti kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim di Surabaya, Senin (12/11) mengatakan saksi ahli itu batal hadir karena tidak mendapat izin dari kementerian terkait.

“Begini, saksi ini untuk mendapatkan izin dari Kementerian tidak mudah ternyata. Saksi yang biasa itu mudah, tapi saksi ini kan saksi sangat ahli. Nah untuk mendapatkan izin itu susah. Kita sudah memberikan suratnya sudah dari kemarin, tapi balasan dari kementerian tidak segampang itu,” kata Dhani.

Dhani mengatakan dirinya telah mengajukan tiga ahli yakni dari ahli hukum ITE, hukum pidana dan bahasa yang dapat meringankan dirinya untuk diperiksa polisi.

“Untuk saksi yang pertama ini susah. Tadi saya hanya menyerahkan `handphone` beserta kartunya serta foto pakai papan tersangka,” katanya.

Sementara itu salah satu kuasa hukum Ahmad Dhani, Azis Fauzi mengemukakan, penyidik telah memberikan waktu dua minggu kepada pihaknya menjadwalkan waktu untuk pemeriksaan terhadap saksi-saksi itu. Namun setelah diupayakan, saksi yang pihaknya minta tidak sama waktunya.

“Kami memberikan surat kepada penyidik diterima langsung oleh direktur. Kami menyampaikan terkait ahli ini dan dipersilakan untuk mengajukan secepatnya. Awalnya tanggal 20 November tapi tanggal 20 itu memang tanggal merah dan kami dipersilakan bersurat untuk kepastian ahli-ahli itu,” ujarnya.

Dia menegaskan, tiga ahli yang diajukan untuk menjadi saksi telah menyatakan kesiapannya dan tinggal memastikan lagi waktunya.

“Yang kami ajukan ini normatif, artinya ada dasarnya yakni pasal 65 KUHAP bahwa tersangka berhak membawa saksi ahli yang meringankan,” ucapnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Disabilitas Mental dan Pemilu

Ketika Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa KPU mendata pemilih penyandang disabilitas mental atau sakit jiwa, muncul pertanyaan penderita penyakit jiwa mana yang diberikan hak untuk memilih?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER