Semua Elemen Bergerak Tangani Kekeringan

PAMEKASAN – Kekeringan pada musim kemarau ini mulai melanda sejumlah desa di Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, sehingga perlu mendapatkan penanganan khusus dari berbagai pihak setempat.

Berdasarkan data Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, jumlah desa yang dilanda kekeringan kini mencapai 80 desa, tersebar di 13 kecamatan, yang meliputi 299 dusun.

Sebanyak 299 dusun tersebar di 80 desa yang terdata dilanda kekeringan ini, sama dengan jumlah desa dan dusun yang mengalami kekeringan pada 2016. Hanya saja, sebaran kekeringan lebih meluas, sebab pada 2016 kekeringan hanya melanda 11 kecamatan dari total 13 kecamatan yang ada di wilayah itu.

Dari 299 dusun yang rawan kekeringan itu, sebanyak 166 dusun tersebar di 37 desa di antaranya mengalami kekeringan kritis, sedangkan 133 dusun, di 42 desa mengalami kekeringan langka.

Menurut Kepala BPBD Pemkab Pamekasan Akmalul Firdaus, kekeringan kritis itu terjadi, karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter per orang per hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.

Sementara yang dimaksud dengan kering langka, karena kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter saja per orang, per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat, sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer.

Pemkab melalui BPBD Pamekasan selanjutnya melakukan penanganan, guna mengatasi kekeringan dan kekurangan air bersih yang melanda 299 dusun di 80 yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan itu dengan mendistribusikan bantuan air bersih.

Secara simbolis, pendistribusian bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan dilakukan oleh Wakil Bupati Pamekasan Halil mulai minggu pertama September 2017.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Pemilihan Umum Rasa Adu Jangkrik