KAI DAOP Jember Bagikan Sahur dan Berbuka Gratis

JEMBER, SERUJI.CO.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (DAOP) 9 Jember membagikan nasi kotak secara gratis untuk makan sahur dan berbuka puasa kepada penumpang yang menggunakan jasa angkutan kereta api yang perjalanannya bertepatan dengan waktu berbuka dan sahur saat Ramadhan 1440 Hijriyah

“Selain makan untuk berbuka puasa dan sahur secara gratis, kami juga membagikan takjil kepada penumpang kereta api sejak 26 Mei hingga 4 Juni 2019,” kata Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9, Luqman Arif di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ahad (2/6).

Menurutnya, pembangian takjil secara gratis diberikan kepada penumpang KA Probowangi saat berada di Stasiun Jember, sedangkan pembagian nasi kotak untuk berbuka dibagikan kepada penumpang KA Probowangi, KA Srtiranjung, KA Logawa, KA Ranggajati, dan KA Tawang alun.

“Sedangkan untuk makan sahur tersebut diberikan kepada penumpang KA Mutiara Timur malam rute Banyuwangi-Surabaya, KA Mutiara Timur malam rute Surabaya-Banyuwangi, dan KA Wijaya Kusuma rute Cilacap-Banyuwangi,” katanya.

Ia mengatakan jumlah nasi kotak yang dibagikan kepada penumpang kereta api disesuaikan dengan manifes penumpang yang naik di beberapa rangkaian kereta api tersebut.

“Setiap harinya, PT Reska Multi Usaha yang merupakan anak perusahaan PT KAI membagikan sekitar 2.300-2.500 paket buka puasa dan sahur kepada penumpang kereta api dengan menu yang disajikan berbeda-beda tiap harinya,” ujarnya.

Luqman mengatakan pembagian nasi kotak gratis untuk buka dan sahur tersebut merupakan salah satu cara meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya penumpang yang akan berpergian menggunakan kereta api selama masa angkutan Lebaran 2019.

“Saya berharap pelayanan itu akan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kereta api sekaligus menjadikan ibadah di bulan Ramadhan tetap lancar dan menyenangkan selama dalam perjalanan kereta api menuju ke kampung halaman,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Lima Macam Riba Yang Diharamkam