Hutan Lindung di Ponorogo Terbakar

PONOROGO, SERUJI.CO.ID – Hutan lindung milik Perum Perhutani di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten, Ponorogo, Jawa Timur terbakar sejak Kamis (28/6) malam.

Kapolsek Balong, AKP Sukamto di Ponorogo, Jumat (29/6), menuturkan kawasan hutan yang terbakar berada di petak 43A Tanah Turut, Desa Karangpatihan yang memiliki luas baku hutan 132,30 hektare.

“Kebakaran hutan terjadi di petak 43A yang memiliki luas baku hutan 132,30 hektare dengan jenis tanaman RBC (Rimba Hutan Campuran),” jelasnya.

Hutan tersebut, kata dia berada di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Karangpatihan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ponorogo Barat, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Dan Sekitarnya (Lawu DS).

Sukamto menambahkan, sejumlah orang dari unsur TNI, Polri, petugas Perhutani bersama masyarakat telah berupaya memadamkan kebakaran. Namun api belum bisa dipadamkan.

“Personel Babinsa bersama Polri dan Perhutani serta masyarakat berusaha memadamkan api. Namun api belum bisa dipadamkan, karena terkendala lokasi yang sangat curam dan angin sangat kencang,” katanya.

Dia belum bisa menyebutkan penyebab kebakaran hutan lindung tersebut. “Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan,” ucapnya. (Ant/Su02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

KUNTUM KHAIRA UMMATIN

Kemcer Di Curug Cipeteuy

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.