AirVisual: Kualitas Udara di Surabaya Terpantau Tidak Sehat, Lebih Buruk dari Beijing

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kualitas udara di Kota Pahlawan, Surabaya, hari ini Ahad (28/7) terpantau oleh AirVisual berada dalam kondisi penuh polusi dan tidak sehat (unhealthy).

Dipantau SERUJI di situs AirVisual, pada pukul 08.30 WIB, Ahad (28/7), terlihat Air Quality Index (AQI) Surabaya yang dicatat pada pukul 08.00 terpantau diangka 186.

Nilai AQI Surabaya ini hanya terpaut 9 poin dibanding AQI yang dipantau di Jakarta diangka 195 hari ini, yang menempatkan Jakarta sebagai kota terpolutif di dunia, di atas Kota Dubai (AQI 165), dan Beijing (AQI 157).

Sementara, partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikrometer atau yang dikenal dengan istilah PM2.5 di Surabaya terpantau berada di 122,7 µgram/m³.

Nilai PM2.5 di Surabaya yang berada di 122,7 µgram/m³ melampaui Nilai Ambang Batas (NAB) konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien sebesar 65 µgram/m3.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.