Alhamdulillah, Perayaan Cap Go Meh Batal Digelar di MAJT

0
785
Para tokoh muslim, aparat keamanan, dan panitia perayaan cap go meh bernegoiasi lalu sepakat membatalkan acara di MAJT.

SEMARANG – Gema takbir membahana di ruangan sekretariat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Tak henti-hentinya lisan para pejuang akidah basah oleh tahmid lantaran aspirasi pembatalan perayaan acara cap go meh di MAJT dikabulkan, Jumat (17/2).

Setelah negosiasi sejak Kamis malam sampai Jumat sore, perjuangan umat Islam tidak sia-sia. Pihak-pihak terkait, mulai dari pengurus MAJT, tokoh muslim Jawa Tengah, aparat keamanan, hingga penyelenggara acara cap go meh, akhirnya menyepakati pembatalan acara.

Pembatalan ini diumumkan Ainul Yaqien, amir ormas Islam Semarang, “Alhamdulillah, MAJT sudah membatalkan ijin penyelenggaraan cap go meh, dengan pertimbangan lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Semoga Allah selalu melindungi akidah umat Islam.”

Ketua MAJT, DR KH Noor Achmad, menjelaskan, “Dikawatirkan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Bagi umat Islam, toleransi bukan membiarkan wilayah akidah dijelajahi umat lain. Toleransi adalah menghargai perbedaan tanpa melibatkan wilayah akidah masing-masing. Biarkan budaya berkembang di komunitasnya, jangan dipaksakan masuk ke area akidah.”

Dalam audiensi ini hadir Ali Mufiz ketua pertimbangan MAJT mantan gubernur Jateng, DR KH Noor Achmad ketua MAJT, KH Muhidin sekretaris MAJT, Habib Hasan bin Toha tokoh masyarakat, KH Ahmad Daroji Ketua MUI Jateng, KH Haris Shodaqoh pengasuh Pondok Pesantren Al-Itqon, dan KH Istiajid.

Dari pihak aparat keamanan hadir AKBP Budi Agus selaku Kasub Dit Intelkam Polda Jateng, AKBP Ventie Muzak SIK MIK selaku Kasat Intelkam Polrestabes Semarang, Kompol Dedy selaku Kapolsek Gayamsari, dan Mayor Inf Sugiarto selaku Danramil Gayamsari.

Perwakilah etnis Tionghoa yang hadir adalah Redy Nusantara selaku panitia perayaan cap go meh dan Gautama Setiadi selaku sesepuh PITI.

EDITOR; Omar Ballaz

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Pengungsi Rohingya

Bangladesh-Myanmar Sepakati Soal Pemulangan Muslim Rohingya

DHAKA/COX'S BAZZAR, SERUJI.CO.ID - Bangladesh mengatakan pada Selasa (16/1) pihaknya akan merampungkan proses pengembalian banyak di antara para pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari...

Kembali, Pemilik Akun Sosmed Dihukum 18 Bulan Penjara Karena Hina Presiden

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman kepada Farhan Balatif, selama 18 bulan penjara. Pemuda ini terbukti bersalah menghina Presiden Jokowi...
Soekarwo

Pemerintah Akan Impor Beras, Soekarwo Klaim Stok di Jatim Surplus

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah akan melaksanakan kebijakan impor 500.000 ton beras dari Vietnam dan Thailand untuk memperkuat cadangan beras nasional. Sementar itu, Gubernur Jawa...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...