Panwaslu Kota Yogyakarta Miliki Kantor Baru

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Yogyakarta saat ini telah memiliki kantor baru. Kantor tersebut akan mulai digunakan hari Sabtu (30/9) nanti

Ketua Panwaslu Kota Yogyakarta, Iwan Ferdian Susanto mengatakan, kantor barunya tersebut berada di kompleks Balai Kota Yogyakarta.

“Kami dilantik tanggal 28 Agustus 2017. Namun saat itu, kami tidak punya kantor dan tugas kami pun banyak terhambat,” katanya di Balai Kota Yogyakarta, Jumat (29/9).

Hambatan tersebut di antaranya terkait perekrutan tenaga staf, serta terkait juga dengan surat menyurat. Sehingga menyulitkan dalam menjalan tugas sehari-hari akibat tidak ada kantor.

“Alhamdulillah setelah koordinasi dengan pemerintah Kota Yogyakarta, kami bisa dapat kantor di Kompleks Balai Kota,” ujar Iwan.

Iwan meneruskan, kantor tersebut hanya sementara. Menurut pihak Pemkot, lanjut dia, pihaknya hanya tiga bulan berkantor di tempat itu.

“Bulan Januari Kami akan dicarikan lagi oleh pemerintahan Kota Yogyakarta. Kalau terkait gambaran kantor yang permanen, kami mengikuti Pemerintah Kota Yogyakarta,” jelasnya.

Namun, Iwan berharap, kantor tersebut ada tempat yang luas untuk rapat dan sidang. Dia juga berharap, selain itu ada ruangan untuk kepala sekretariat, komisioner, staf, dan lain sebagainya.

“Kami sebenarnya agak ganjel kalau berkantor di lingkungan Balai Kota, namun ini hanya sementara. Di banding kabupaten lainnya di DIY, hanya Panwaslu Kota Yogyakarta yang berkantor di kompleks pemerintah,” ujar Iwan. (ArifKF/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Saldo Rekening Anda Tiba-Tiba Berkurang/Bertambah? Begini Penjelasan Bank Mandiri

Sejak pagi tadi, Sabtu (20/7) beberapa nasabah Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengeluhkan saldo di rekeningnya tiba-tiba berubah. Ada yang saldonya berkurang bahkan jadi nol, ada juga yang tiba-tiba bertambah.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.