Mahasiswa Semarang Minta Pemerintah Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

Semarang, Seruji.com—Sekitar seratusan mahasiswa gabungan dari BEM Undip, Unnes dan Unissula Semarang melakukan Aksi Bela Rakyat 121 di depan Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan Semarang. Aksi dilakukan sejak pagi (12/1).

Dalam aksi damai ini, mahasiswa menuntut pemerintah menormalisasi harga-harga kebutuhan pokok yang naik secara drastis belakangan ini.

Aksi berlangsung dari sekitar pukul 08.00 pagi dengan kawalan dari petugas Dalmas Polda Jateng. Sempat terjadi ketegangan sekitar pukul 11.00 ketika beberapa anggota Dalmas mendesak mahasiswa yang berusaha memasuki halaman kantor Gubernur Jateng.

Aksi mahasiswa berakhir sekitar pukul 12.00 siang setelah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo bersedia menemui perwakilan mahasiswa di dalam kantor Gubernur. Kepada Gubernur, mahasiswa menyampaikan tuntutan mereka soal pencabutan kenaikan TDL 900 VA, pembatalan PP No 60 tahun 2016. (Arthaditya Indrawan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Enam Pilar Kemerdekaan Ekonomi Bangsa

Walaupun telah merdeka secara politik sejak tahun 1945, akan tetapi RI masih terus tergantung produk perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Mulai dari bangun pagi ke bangun pagi berikutnya kita menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk perusahaan asing. Mulai dari urusan remeh temeh seperti semir sepatu dan jarum jahit sampai urusan canggih-canggih seperti pesawat terbang dan gadged.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.