Empat SMP di Yogyakarta Sisakan Kuota PPDB Jalur Bibit Unggul

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Sejumlah SMP negeri di Kota Yogyakarta masih menyisakan kuota siswa untuk penerimaan peserta didik baru dari jalur bibit unggul, meskipun lebih dari separuh calon siswa yang mendaftar harus terlempar dari jalur seleksi tersebut.

“Kondisi itu wajar karena siswa berhak menentukan pilihan sekolah yang akan mereka tuju. Memang persebaran pilihan sekolah tidak merata,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budhi Ashrori di Yogyakarta, Selasa (18/6).

Di Kota Yogyakarta terdapat 16 SMP negeri yang seluruhnya membuka PPDB jalur bibit unggul. Namun, sebanyak empat sekolah, yaitu SMP Negeri 3, SMP Negeri 13, SMP Negeri 14 dan SMP Negeri 15 Yogyakarta menyisakan kuota untuk seleksi jalur tersebut.

Di SMP Negeri 3 Yogyakarta, dari 20 kuota yang diberikan hanya diisi sembilan siswa, SMP Negeri 13 Yogyakarta dengan kuota 10 terisi sembilan siswa, SMP Negeri 14 Yogyakarta terisi tiga siswa dari 14 kuota yang disiapkan dan di SMP Negeri 15 Yogyakarta dari 34 kuota terisi 18 siswa. Sedangkan 12 SMP negeri lain terisi penuh sesuai dengan kuota yang disiapkan.


Total siswa yang dinyatakan lolos seleksi PPDB jalur bibit unggul ditetapkan sebanyak 307 siswa dari total kuota 346 siswa. “Sisa kuota akan dialihkan ke jalur zonasi mutu di SMP yang bersangkutan,” kata Budhi.

Siswa yang sudah dinyatakan lolos seleksi jalur bibit unggul diharapkan langsung lapor diri ke sekolah yang menerima paling lambat Rabu (19/6). Jika tidak lapor diri, maka pendaftaran siswa dianggap gugur dan siswa tidak diperkenankan mengikuti seleksi PPDB dari jalur lain di Kota Yogyakarta.

Sementara itu, siswa yang dinyatakan tidak lolos seleksi PPDB jalur bibit unggul, sebanyak 396 siswa dari Kota Yogyakarta tetap dapat mengikuti seleksi penerimaan siswa baru dengan memanfaatkan jalur lain yang sudah disiapkan.

“Tidak perlu khawatir karena terlempar dari PPDB jalur bibit unggul. Siswa dari Kota Yogyakarta tersebut masih bisa mengikuti PPDB dari jalur zonasi jarak maupun zonasi mutu. Masih ada dua sistem PPDB yang bisa diikuti,” katanya.

Seleksi PPDB jalur bibit unggul baru dilakukan untuk pertama kalinya tahun ini. Seleksi ini didasarkan pada usulan dari tiap SD di Kota Yogyakarta. Setiap SD mengusulkan maksimal 10 persen siswa terbaiknya untuk mendaftar di SMP yang diinginkan.

Setiap siswa maksimal dapat memilih dua SMP pilihan yang ingin dituju. Pendaftaran dilakukan sebelum nilai USBN diumumkan, namun seleksi tetap dilakukan berdasarkan nilai USBN siswa. Siswa dengan nilai terbaik yang diterima.

Sementara itu, seleksi PPDB dari jalur zonasi mutu juga akan dilakukan berdasarkan nilai USBN siswa, sedangkan seleksi PPDB dari jalur zonasi jarak akan didasarkan pada jarak RW ke SMP negeri yang dituju.

Pendaftaran siswa untuk PPDB untuk zonasi jarak akan dilakukan secara online melalui laman yogya.siap-ppdb.com mulai 20 Juni dan verifikasi pada 24-25 Juni di SMP negeri yang dituju, sedangkan jalur zonasi mutu dilakukan mulai 28 Juni dengan verifikasi pada 1-3 Juli.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.

DPR Terima Surat KPK Soal Firli, Gerindra: Aneh Komisioner Lakukan Serangan di Detik-Detik Akhir

"Ini ada ketakutan yang luar biasa terhadap Firli. Penolakan luar biasa kepada Firli kan aneh nah ini lah intinya dalam fit and proper test ke depan kita akan pertanyakan hal-hal yang seperti itu," ungkap Desmond.

Akhirnya, KPAI Cabut Surat Permintaan Penghentian Audisi Bulu Tangkis Djarum

Kesepakatan itu diambil usai pertemuan antara KPAI dengan PB Djarum yang dipimpin oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi hari ini di Kantor Kemenpora, Jakarta, hari ini, Kamis (12/9).

Habibie Berpulang dengan Didampingi Anak-Cucu dan Keluarga Dekat

Presiden ke-3 RI Burhanuddin Jusuf Habibie saat wafat di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9), ditemani oleh keluarga dekat termasuk kedua anak dan cucu-cucunya.

Innalillahi, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Wafat Pada Pukul 18.05 WIB

Habibie wafat pada usia 83 tahun di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto Jakarta Rabu pukul 18.05 WIB, menurut Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie.

Perluasan Ganjil-Genap Hari Pertama: Pemprov DKI Klaim Polusi Udara Turun

"Semalam Airvisual telah merilis hasil pengukuran mereka, di mana Jakarta yang sebelumnya ada di peringkat satu atau dua kota terpolusi di dunia, semalam saya lihat di rilisnya sudah turun jadi peringkat ke 9," ujar Syafrin

Tidak Terbukti Ada Penggelembungan Suara Pileg 2019, MK Tolak Permohonan PKS

Dalam pertimbangan hukum yang dibacakan oleh Hakim Konstitusi Wahiduddin Adams, Mahkamah menyatakan dalil pemohon terkait tuduhan pengurangan suara bagi PKS dan penambahan suara bagi Partai Bulan Bintang (PBB) tidak benar.

Dewan Pers Ingatkan Media untuk Terus Kawal Janji Politik Yang Dilontarkan Pada Pemilu 2019

Menjelang Pemilu 2019 media sibuk membahas tentang persoalan pemilu, namun setelah pemilu media seakan-akan diam.

Nilai Tidak Etis Parpol Pengusung Prabowo Gabung Pemerintah, Begini Kata Pakar Hukum Tata Negara

Saat Pilpres 2019 saling rebut kekuasaan, lantas saat kalah bergabung ke yang menang. Tidak Etis. Kata pakar HKTN ini.

Terbukti Langgar Kode Etik Saat Pemilu 2019, DKPP Copot Ketua KPU Sumut

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut), Yulhasni diberi peringatan keras dan dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Bejat, Oknum Guru Meniduri Muridnya Ratusan Kali Bermodal Janji Menikahi

Aksi bejat yang berlangsung sejak tahun 2014 saat Lan masih berusia 14 tahun itu, dilakukan dengan jurus rayuan telah jatuh cinta pada Lan dan berjanji akan menikahi jika Lan telah berusia 18 tahun.