Ratusan Tenaga Honorer RSUD Cianjur Belum Dibayar

CIANJUR, SERUJI.CO.ID – Ratusan tenaga honorer di RSUD Cianjur, Jawa Barat, menuntut pihak managemen segera membayarkan honor mereka yang sejak tiga bulan terakhir tidak pernah cair dengan berbagai dalih salah satunya klaim BPJS yang belum masuk.

Bahkan beberapa hari yang lalu, ribuan tenaga honor yang sebagian besar bertugas dibagian umum non medis itu, sempat melakukan aksi unjuk rasa menuntut haknya yang belum dibayarkan sejak awal tahun hingga saat ini.

Seorang hononer di RSUD Cianjur, Ahad (25/3),mengatakan, sejak tidak menerima honor tiga bulan terakhir, dia dan ratusan teman sekantornya terpaksa mengutang dan menjual barang berharga untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Tidak sedikit tenaga honor di rumah sakit milik pemerintah daerah itu, pulang ke rumah orang tuanya untuk meminjam uang atau beras.

“Jangankan untuk ongkos berangkat kerja, untuk makan di rumah sehari-hari banyaknya minjam ke orang tua,” katanya.

Meskipun telah belasan tahun mengabdi sebagai tenaga honor, ungkap dia, belum pernah honor sampai telat hingga 3 bulan berturut-turut. Ketika hal tersebut dipertanyakan ke pihak menagemen jawabannya selalu bersabar karena klaim BPJS belum masuk.

“Setahu kami sangat-sangat mustahil klaim BPJS belum masuk kecuali tidak ditagihkan. Kami tenaga honor terkesan ditumbalkan untuk kebijakan yang tidak jelas. Kami banyak mendapat bocoran kalau hak kami dipinjamkan ke Pemkab Cianjur,” katanya.

Sedangkan terkait kekosongan obat di RSUD Cianjur, tambah dia, sama halnya dengan hak tenaga honor belum dibayarkan karena pihak perusahaan tidak sanggup memberikan utang yang sudah lama belum juga dibayar.

“Sudah banyak tagihan obat yang belum dibayar, otomatis pemasok obat tidak mau mengambil resiko karena hutang RSUD Cianjur, sudah terlalu banyak. Dalam sebulan tagihan obat bisa sampai Rp1 miliar yang harus dibayarkan,” katanya. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bisa Terima Capres Yang “Ikut” Perayaan Natal, Kenapa Keberatan Jika Hadiah Lomba dari Denny JA?

Karena sifat lomba ini yang sedemikian terbuka, tentu pihak-pihak yang mendukung wacana "NKRI Bersyariah" ini dapat juga menulis pemikirannya dan ikut serta dalam lomba ini. Apalagi jelas-jelas topik yang dilombakan ini adalah MENGUPAS esai yang ditulis Denny JA. Apakah mengupas dalam koteks setuju dengan tesis Denny JA, maupun tidak bersepakat dengannya.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER