Pengamanan di Pusat Keramaian Diperkuat Oleh Polres Sukabumi


SUKABUMI, SERUJI.CO.ID – Polres Sukabumi Kota memperkuat pengamanan di pusat-pusat keramaian Sukabumi, Jawa Barat, baik perbelanjaan, kuliner, dan tempat wisata pada perayaan Idul Fitri.

“Pada hari H Idul Fitri 1440 H belum terjadi keramaian hanya di beberapa titik saja seperti tempat pamakaman umum (TPU), dari pantauan kami sejauh ini kondisi arus lalu lintas dan keramaian masih normal dan lengang,” kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro di Sukabumi, Rabu (5/6).

Biasanya pada hari H dan setelah Lebaran, masyarakat mulai mendatangi atau mengunjungi tempat-tempat keramaian.

Pihaknya juga sudah menggelar keberadaan anggota kepolisian di tempat wisata utama baik itu di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Destinasi wisata seperti Selabintana, Pondok Halimun, Cikundul termasuk di arah Kadudampit Situgunung menjadi tren tempat wisata.

Dalam pengamanan ini pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait dalam pengamanan agar wisatawan nyaman.

Ia mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan dan mengawasi situasi di lokasi wisata khususnya objek wisata Situgunung yang dipastikan ada lonjakan kunjungan saat libur Idul Fitri ini.

Antisipasi terjadinya penumpukan kendaraan tersebut, pihaknya juga mencari kantong-kantong parkir bagi para pengunjung dan memastikan sarana keamanan baik CCTV dan lainnya itu harus ada.

“Keberadaan sarana keamanan wajib dimiliki di setiap objek wisata agar bisa dimonitor oleh masyarakat, pengunjung maupun petugas. Dan kami pun ingin memastikan tidak ada gesekan atau desakan pengunjung di lokasi wisata,” tambahnya.

Di sisi lain, Susatyo mengatakan pihaknya juga menempatkan personelnya di lokasi dan jalur menuju objek wisata untuk antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun aksi kriminalitas yang korbannya adalah wisatawan.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

“Duit Ostrali”

Penggratisan Suramadu: Memperdalam Kekeliruan Kebijakan Pemerintah

"Kebijakan ini dibangun di atas paradigma benua, bertentangan dengan paradigma kepulauan. Dalam paradigma benua, kapal bukan infrastruktur, tapi jalan dan jembatan. Kapal disamakan dengan truk dan bis," Prof Danie Rosyid.

Fahira ke Haters Anies: Jangan Sering Gol Bunuh Diri Nanti Kehabisan Energi

Bedakan wilayah Bekasi, Tangerang dan DKI saja tidak mampu. Siapa pengelola Kawasan GBK dan Jembatan Utan Kemayoran saja tidak paham. Bagaimana mau mau kritik apalagi menyerang.

Sering Kesemutan di Tangan Maupun Kaki Sejak Usia Muda, Apakah Sebabnya?

Kesemutan yang saya derita mudah timbul, semisal saat mengendarai sepeda motor, tangan saya memegang stang meskipun tidak erat dalam waktu 10 menit kedua tangan saya merasa kesemutan bercampur kebas, dan akan normal kembali apabila saya lepas.

Dinilai Lembek ke China Soal Natuna, PA 212 Minta Presiden Jokowi Pecat Prabowo

Menurut PA 212, langkah yang diambil Prabowo sangat kontras dengan sikap Presiden Jokowi yang tidak mau berkompromi dengan China yang telah melakukan pelanggaran batas wilayah di perairan Natuna.

Inilah Kekayaan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah Yang Kena OTT KPK

Jumlah harta Saiful ini melonjak hampir empat kali lipat dibanding saat awal ia menjabat Wakil Bupati Sidoarjo periode 2005-2010, yang berdasarkan LHKPN tertanggal 28 April 2006 bernilai total Rp17.349.095.000.

Flash: Bupati Sidoarjo Kena OTT KPK Terkait Dugaan Pengadaan Barang dan Jasa

OTT KPK ini, adalah juga yang pertama kali sejak revisi UU KPK diundangkan menjadi UU Nomor 19 Tahun 2019 atas perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002.

Utang RI Meroket Rp4.778 Triliun, Sri Mulyani: Kita Masih Lebih Hati-hati Dibanding Malaysia

Bahkan, jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Filipina, jelas Sri Mulyani, pengendalian utang Indonesia jauh lebih hati-hati.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close