KPU Purwakarta Nyatakan Partisipasi Pemilih di Daerah Tersebut Capai 82,1 Persen

PURWAKARTA, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat menyatakan partisipasi pemilih pada Pemilu Serentak 2019 di daerah ini mencapai 82,1 persen.

“Partisipasi pemilih cukup tinggi, karena sebelumnya kami hanya menargetkan 80 persen,” kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat Ramlan Maulana, di Purwakarta, Selasa (7/5).

Ia mengatakan, jumlah daftar pemilih tetap pada pemilu serentak di Purwakarta mencapai 687.280 orang. Pemilih yang menyalurkan hak suaranya mencapai 82,1 persen.

Cukup tinggi partisipasi pemilih itu disumbang banyak pemilih pemula yang menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Serentak 2019.

Sesuai dengan hasil penghitungan perolehan suara Pilpres 2019, pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih suara terbanyak di Purwakarta.

Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 ini meraih 406.988 suara, sedangkan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin mendapatkan 155.863 suara.

Untuk calon legislatif DPRD Purwakarta yang ikut kontestasi Pemilu Legislatif 2019, jumlahnya mencapai 610 orang. Caleg yang lolos hanya 45 orang, sehingga 565 caleg dipastikan gagal menjadi anggota DPRD Purwakarta.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.