Spanduk Prabowo-Sandi Tak Dipasang di Kalteng Bahkan di Kantor Koalisi, Ada Apa?

PALANGKA RAYA, SERUJI.CO.ID – Spanduk Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak ada yang terpasang di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Bahkan di kantor empat partai politik koalisi pendukung, yakni Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat.

Hal itu disampaikanĀ Ketua Tim Pemenangan Relawan Partai Idaman Kalteng, Hamidan terkait minimnya alat peraga paslon nomor urut 02 tersebut.

“Kami sangat menyayangkan bahwa dari empat parpol pendukung Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI (PAS) di Kalteng tidak ada satupun yang memasang spanduk maupun baliho gambar PAS,” kata Hamidan di Palangka Raya, Kamis (15/11).

Walaupun Idaman tidak lolos sebagai peserta pemilu, adanya koalisi Idaman dan PAN di tingkat pusat, tetap menjadi bagian dari tim pemenangan Prabowo-Sandi di provinsi berjuluk ‘Bumi Tambun Bungai dan Bumi Pancasila’ itu.

Hamidan juga menyadari lika-liku dukungan partai koalisi pendukung pasangan calon tersebut cukup dramatis, seakan-akan naik-turun dan kurang solid.

Hal itu dibuktikan dengan melihat di sejumlah kantor petinggi empat parpol pendukung di Kota Palangka Raya. Tidak ada satupun yang berani memasang spanduk maupun baliho pasangan Prabowo-Sandi.

Salah satu spanduk pasangan calon nomor urut 02 yang terpasang hanya di rumah pemenangan sukarelawan Partai Idaman Kalteng.

Namun spanduk maupun baliho dari pesaingnya Pasangan Calon Nomor Urut 01 Jokowi-KH Ma`ruf sudah terpasang di mana-mana.

“Hal ini menjadi sebuah pertayaan bagi kami yang hingga kini tetap konsisten dalam memberikan dukungan penuh bagi pasangan Prabowo-Sandi, khususnya di Kalteng,” kata Hamidan.

Hamidan menegaskan, ia tidak bermaksud menjatuhkan empat parpol pendukung, melainkan ada keinginan semua partai pendukung maupun sukarelawan PAS di Kalteng bisa lebih solid lagi.

“Saya mengajak mari bersama-sama berjuang untuk kemenangan PAS di Kalteng, jangan takut ada intimidasi dari pihak lain,” tegasnya. (Ant/SU01)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila

Indeks dalam konteks ini telah berhasil mengucapkan sayonara pada ide sekularisme.

Ahok Menohok

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.