Rekapitulasi KPU Parigi Moutong: Jokowi Unggul 59,88 Persen, Prabowo 40,12 Persen

PARIGI, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019, pada Ahad (5/5).

Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf unggul dengan meraih dukungan 144.857 suara (59,88%). Sementara pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga memperoleh 97.064 suara (40.12%).

“Rekapitulasi ditingkat kabupaten di mulai 28 April dan berakhir 2 Mei 2019 di Kantor KPU Parigi Moutong, ” kata Ketua KPU Parigi Moutong Abdul Chair, di Parigi, Ahad (5/5) malam.

Jokowi-KH Ma’ruf hampir merata unggul di 23 kecamatan di Parigi Moutong dengan perolehan suara di atas 7.000 hingga 9.000, sementara Prabowo-Sandiaga unggul di lima kecamatan yakni, Kecamatan Parigi 7.795 suara, Ampibabo 7.039 suara, Tinombo Selatan 7.452 suara, Mepanga 6.114 suara dan Kecamatan Palasa 6.425 suara.

“Selanjutnya hasil rekapitulasi ini akan diplenokan kembali di KPU Sulteng Senin 6 Mei,” ujar Chair.

Chair menjelaskan, dari hasil pleno rekapitulasi tercatat 241.921 suara sah dan 2.758 suara tidak sah, jumlah 244.679 surat suara untuk pemilihan presiden-wakil presiden. Sementara tingkat partisipasi pemilih di Parigi Moutong meningkat signifikan yakni 80 persen dari 77 persen ditarget KPU pusat.

“Itu artinya, masyarakat sangat antusias menyalurkan aspirasinya di bilik suara. Tentunya dengan capaian ini Parigi Moutong telah melampaui target, ” tuturnya.

Ia menilai, keberhasilan meningkatkan partisipasi pemilih tidak terlepas dari sosialisasi yang dilakukan selama ini yang melibatkan perangkat-perangkatnya hingga tingkat bawah baik Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK) maupun relawan demokrasi yang dibentuk sejak awal tahapan Pemilu.

“Keberhasilan ini berkat koordinasi yang dibangun selama ini dengan semua pihak masyarakat,” tukasnya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER