Polres Mimika Bantah Anggotanya “Backing” Peredaran Pil PCC

TIMIKA, SERUJI.CO.ID – Satuan Narkoba Polres Mimika, Papua membantah dugaan keterlibatan oknum anggota Polisi dalam ‘membackingi’ usaha suplai obat Paracetamol Caffeine dan Corisoprodol (PCC) atau yang populer disebut Somadril ke Timika.

Kasat Narkoba Polres Mimika Iptu Laurentius Kordiali di Timika, Rabu (27/9) mengatakan jajarannya telah meminta keterangan empat orang saksi terkait kasus kepemilikan dan menyimpan 10 ribu butir obat Somadril dengan tersangka seorang ibu rumah tangga berinisial Z.

Dari hasil penyelidikan maupun penyidikan yang dilakukan, katanya tidak benar ada oknum anggota Polisi yang ‘membackingi’ tersangka Z.

“Tidak ada petunjuk ke arah situ. Itu tidak benar,” kata Kordiali.

Berdasarkan keterangan tersangka Z kepada penyidik Satuan Narkoba Polres Mimika diketahui bahwa yang bersangkutan sudah beberapa kali memasok obat Somadril dari luar Papua ke Timika.

Sebagian obat yang bisa menimbulkan efek memabukan itu dijual kepada para pelanggan di Timika, sebagian lagi diedarkan ke luar Timika seperti ke Yahukimo dan Asmat.

“Harga jual obat tersebut di Timika yaitu setiap 100 butir Rp700 ribu-Rp900 ribu. Bahkan kalau sampai di Yahukimo, harganya bisa mencapai Rp2 juta per 100 butir. Sebagian besar pelanggannya yaitu di tempat-tempat hiburan malam ,” jelas Kordiali.

Untuk mendatangkan obat Somadril tersebut, tersangka Z mengeluarkan biaya Rp70 juta untuk 10 ribu butir.

Hingga kini penyidik Satuan Narkoba Polres Mimika masih melengkapi berkas tersangka Z untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Timika guna diproses lebih lanjut hingga ke tingkat persidangan. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

Bukan Hoaks, Paket Internet 10GB Hanya Rp10 dari Telkomsel Untuk Pelajar

PT Telkomsel kembali meluncurkan paket data internet sangat murah untuk pelajar Indonesia yang sedang memjalani proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Paket internet yang diberi nama Kuota Belajar 10GB, bisa didapatkan hanya seharga Rp10 (sepuluh rupiah).

TERPOPULER