KPU Sultra: Masyarakat Dapat Menggugat Hasil Pemilu Dengan Jalur Resmi

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjelaskan bahwa meskipun rapat pleno rekapitulasi perhitungan secara transparan, namun bila ada masyarakat yang tidak puas terkait hasil pemilu, maka masyarakat bisa menggugat dengan menggunakan jalur resmi.

Ketua KPU Sultra, La Ode Abdul Natsir di Kendari, Selasa (14/5), mengatakan meskipun tahapan pelaksanaan Rapat Pleno tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar sejak 8-12 Mei 2019 resmi berakhir namun tidak tertutup kemungkinan ada saja masyarakat yang tidak puas maka diberi ruang untuk menggugatnya sesuai dengan prosedur yang ada.

“Yang pasti bahwa hasil rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara yang baru saja berakhir dua hari lalu itu, berlangsung sangat transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya.

Kata Ojo, panggilan akrab Ketua KPU Sultra itu, selama pelaksanaan Pemilihan Umum di Sulawesi Tenggara, baik pemilihan DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden seluruhnya berjalan dengan transparan, jujur, adil dan demokratis.

“Artinya seluruh rangkaian proses Pemilu di Sulawesi Tenggara yang berjalan selama ini, itu sudah berlangsung secara demokratis, dan juga dilaksanakan dengan jujur dan adil. Kalau ada hal-hal terkait dengan hasil ini yang belum memuaskan semua pihak, saya menghimbau untuk menggunakan saluran hukum yang ada,” tuturnya.

Ia juga mengimbau bahwa masyarakat yang komplain terkait pelaksanaan tahapan pemilu maka harus melalui jalur yang resmi seperti ke Badan Pengawas Pemilu (Bawalu).

Sementara jika ada temuan terkait pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilu, maka masyarakat melaporkannya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Hasil rapat pleno untuk caleg DPR RI yang lolos yakni yakni Ridwan Bae (Golkar) dengan meraih suara 97.602 dengan suara parpol 203.794, Hugua (PDIP) dengan suara 70.741 dengan suara parpol 183.197, Rusda Mahmud (Partai Demokrat) dengan suara 97.806 dengan suara parpol 163.684, Fachri Pahlefi Konggoasa (PAN) perolehan suara 101.727 dengan suara Parpol 158.621, Imran (Gerindra) meraih suara 60.902 suara parpol 151.872 dan Tina Nur Alam (Nasdem) meraih suara 39.076 dengan suara parpol 95.522.

Sedangkan pleno caleg DPD RI Sultra peraih suara terbesar Ny.Andi Nirwana Tafdil dengan meraih sebesar 130.124 suara, urutan kedua Amirul Tamim meraih sebanyak 73.399 suara, Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan sebanyak 62.052 suara dan urutan ke empat dr Dewa Putu Ardika Seputra sebanyak 52.480 suara.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah

Walau begitu, sekali lagi percayalah bahwa perjuangan Islam politik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam tak akan pernah mati. Ia akan terus bermetamorfosa dan tersimpan rapi dalam memori kolektif kelompok Islam politik.

Bagaimana Kalau Prabowo Kalah Lagi?

Terpilih kembali atau tidaknya petahana adalah sebuah hal yang wajar di alam demokrasi. Karena tujuan dari pesta demokrasi, atau yang kita sebut Pilpres ini, adalah untuk mengukur kepuasan dan ketidakpuasan pada petahana.

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

Boneka Cantik dari Balaikota

Seperti drama korea (drakor), ada yang menangis ada yang tertawa. Akhirnya perburuan rekom PDIP untuk pilwali Surabaya mencapai antiklimaks, Rabu (2/9). And the winner is...Tri Rismaharini sebagai sutradara terbaik. Whisnu berusaha tatag, berdiri di depan kamera menghadap Megawati Soekarnoputri. "Aku tidak akan buang kamu, Whisnu," kata Mega.

Pria 57 Tahun di Bogor: Jari Kaki Terasa Kaku, Bekas Luka Menghitam dan Bersisik

Dok, jari-jari kaki saya terasa kaku, agak mati rasa kadang nyeri, terus kaki kanan di atas mata kaki awalnta gatal saya garuk luka, sekarang sembuh tapi kulitnya jadi bersisik dan menghitam. Ini indikasi apa ya dokter?

TERPOPULER