Kekeringan di NTT, Pemerintah Siap Tangani Dampak Rawan Pangan

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Kekeringan yang melanda sebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat kemarau panjang membuat pemerintah Provinsi NTT harus menyiapkan penanangan dampak rawan pangan.

Gubernur NTT Frans Leburaya, ketika dikonfirmasi Rabu (11/10) mengatakan, rawan pangan yang terjadi di sejumlah daerah di NTT akibat kekeringan, pemerintah Provinsi pastikan akan menangani persoalan rawan pangan.

“Kami akan membentuk tim untuk mendata setiap daerah yang terkena rawan pangan, seperti luas wilayah dan berapa besar dampak kerawanan di daerah itu,” ujar Frans.

Menurut Frans, dampak kekeringan yang terjadi di setiap daerah tentunya sudah ada pos-pos anggaran yang dialokasikan dalam APBD jika sewaktu-waktu dalam kondisi darurat bisa diambil untuk penanganannya.

Senada dengan Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno menuturkan, daerah NTT sering terjadi kekeringan hingga dampak rawan pangan, atas permasalahan itu pemerintah punya strategi untuk melakukan pendataan di sejumlah titik rawan.

“Saya pikir pemerintah sudah siap mengantisipasi terjadinya kekeringan yang menyebabkan rawan pangan di daerah, tentunya pemerintah harus segera mengambil tindakan antisipasi yang terjadi di daerah yang terkena rawan pangan,” tandasnya. (Habibudin/SU02)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER