Kekeringan di NTT, Pemerintah Siap Tangani Dampak Rawan Pangan

1
73
musim kering
Kekeringan yang terjadi di salah satu Kabupaten Sumba Timur NTT (Foto: Habibudin/SERUJI)

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Kekeringan yang melanda sebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat kemarau panjang membuat pemerintah Provinsi NTT harus menyiapkan penanangan dampak rawan pangan.

Gubernur NTT Frans Leburaya, ketika dikonfirmasi Rabu (11/10) mengatakan, rawan pangan yang terjadi di sejumlah daerah di NTT akibat kekeringan, pemerintah Provinsi pastikan akan menangani persoalan rawan pangan.

“Kami akan membentuk tim untuk mendata setiap daerah yang terkena rawan pangan, seperti luas wilayah dan berapa besar dampak kerawanan di daerah itu,” ujar Frans.

Loading...

Menurut Frans, dampak kekeringan yang terjadi di setiap daerah tentunya sudah ada pos-pos anggaran yang dialokasikan dalam APBD jika sewaktu-waktu dalam kondisi darurat bisa diambil untuk penanganannya.

Senada dengan Ketua DPRD Provinsi NTT, Anwar Pua Geno menuturkan, daerah NTT sering terjadi kekeringan hingga dampak rawan pangan, atas permasalahan itu pemerintah punya strategi untuk melakukan pendataan di sejumlah titik rawan.

“Saya pikir pemerintah sudah siap mengantisipasi terjadinya kekeringan yang menyebabkan rawan pangan di daerah, tentunya pemerintah harus segera mengambil tindakan antisipasi yang terjadi di daerah yang terkena rawan pangan,” tandasnya. (Habibudin/SU02)

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU