Akui Kualitas Pendidikan di Sultra Rendah, Ini Yang Akan Dilakukan Gubernur Ali Mazi

KENDARI, SERUJI.CO.ID – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H Ali Mazi mengaku sedih dan prihatin melihat kualitas pendidikan dasar dan menengah di daerahnya masih rendah. Kalah jauh jika dibandingkan dengan kualitas pendidikan di daerah Jawa dan Sumatera.

Ditemui di Kendari, Senin (17/12), orang nomor satu di Sulawesi Tenggara itu mengatakan, penyebab masih rendahnya kualitas pendidikan dasar dan menengah di Sultra antara lain karena banyaknya sekolah yang walaupun sudah berdiri cukup lama tetapi belum terakreditasi. Selain itu karena pincangnya SDM bidang kependidikan di sekolah dan di instansi terkait.

“Akibatnya ketika basis sekolan di Jawa dan Sumatera sudah diakreditasi, di Sultra malah banyak yang belum paham makna akreditasi itu,” kata Gubernur seraya menambahkan, kenyataan makin memprihatinkan akan terlihat ketika mengevaluasi sekolah sekolah di pedalaman atau di pulau yang jauh dari keramaian kota Kendari.

Di pedalaman, kata Ali Mazi, banyak siswa siswi yang tidak bisa lanjut sekolah karena keterbatasan kemampuan ekonomi orangtuanya.

Atas dasar itulah, Gubernur yang juga pengacara papan atas ini memprogramkan masalah pengentasan pendidikan menjadi prioritas dalam 100 hari Ali Mazi jadi Gubernur Sultra.

“Saya juga minta instansi terkait segera melakukan evaluasi dan mengakreditasi sekolah-sekokah. Gubernur juga memprioritaskan program bea siswa mulai dari tingkat SD – perguruan tinggi,” ujar Gubernur.

Berdasarkan konfirmasi dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Provinsi Sulawesi Tenģara, hingga kini tercatat 927 sekolah yang ada di Sultra. Dari jumlah itu sedikitnya 265 sekolah tidak terakreditasi.

“Itu tinggi sekali dan mencerminkan rendahnya kualitas pendidikan di Sultra,” kata Ketua BAN Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Sultra, Prof Dr H Anwar Hafid M.Pd, di Kendari, Ahad (16/12).

Menurut Anwar Hafid ada dua faktor yang menyebabkan banyak sekolah dasar dan menengah di Sultra tidak terakreditasi, yaitu kurangnya sarana dan prasarana dan lemahnya kualitas pendidik dan tenaga kependidikan S/M.

Kedua standar itu, kata Anwar Hafid, bukan kewenangan sekolah tetapi kewenangan Pemda. Memang, Pemda sendiri dinilai kurang perhatian terhadap pendidikan. Akibatnya kualitas pendidikan dasar dan menengah di Sultra memprihatinkan sekali. Posisi Sultra berada di ranking ketiga terbawah di Indonesia.

Untuk memperbaiki kualitas pendidikan di daerah ini, BAN S/M menargetkan sepanjang tahun 2018 akan mengakreditasi sekitar 50 sekolah. Selain itu aparat terkait Se Sultra akan dikumpulkan untuk mencari solusi agar kedepan kualitas pendidikan di daerah ini membaik. (AH/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pasca Kecelakaan Tulang Belakang, Kaki Sering Nyeri dan Perih, Apa Sebabnya?

Pada 16 tahun yang lalu saya pernah kecelakaan dan tiga ruas tulang belakang remuk. 3 bulan awal kaki kiri saya tidak bisa berjalan, 6 bulan berikutnya sudah bisa jalan walaupun tidak sekuat kaki kanan, sampai sekarang.

Form Konsultasi Hukum SERUJI

Untuk berkonsultasi dengan para pakar pengasuh rubrik "Konsultasi Hukum SERUJI" (KHS) silahkan isi form ini selengkap mungkin dan dengan data yang benar. Seluruh data kami jamin terjaga kerahasiaannya.

BUMN, Pseudo CEO, dan Efek Negatifnya

vonis hakim menunjukkan bahwa sejatinya Karen bukan direktur sesungguhnya. Bukan direktur utama yang sesungguhnya. Bukan CEO. Karen hanyalah seorang direktur semu. Seorang direktur-direkturan.

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER