Sampai Dengan H-2 Lebaran, Pemudik di Tanjung Priok Lebih Dari 40 Ribu

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemudik yang menggunakan angkutan kapal di Pelabuhan Tanjung Priok hingga H-2 mudik lebaran 2019 berjumlah 40.507 orang.

Berdasarkan data dari Posko Terpadu Harian Kementerian Perhubungan yang ada di depan Terminal Penumpang Nusa II Pelabuhan Tanjung Priok, pada Senin (3/6) pukul 16.00 WIB, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari pemudik yang turun dan naik di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebanyak 23.689 pemudik telah diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, sedangkan 16.809 turun di Pelabuhan Tanjung Priok.

Sedangkan otoritas Pelabuhan Tanjung Priok memperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 10 persen pada arus mudik dan balik lebaran 2019 dibandingkan periode yang sama pada 2018 dengan total 59.579 pemudik.

Menurut data dari Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, sepanjang H-15 hingga H+15 lebaran 2019 jumlah penumpang yang diberangkatkan diprediksi menyentuh angka 33.289 pemudik dan jumlah penumpang turun sebanyak 32.248 dengan total mencapai 65.537 pemudik.

Kenaikan 10 persen tersebut justru melebihi perkiraan. Sebelumnya, Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Capt Hermanta, mengatakan hingga H-4 lebaran, total penumpang meningkat dari 23.706 pada 2018 menjadi 38.363 di 2019. Jumlah tersebut naik 36 persen dibandingkan pada periode yang sama.

“Kenaikan terjadi karena sosialiasi semakin merata untuk penumpang bahwa menggunakan transportasi laut itu aman dan nyaman,” kata Capt Hermanta di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (01/06).

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Menggugat Kepedulian Mahasiswa Atas Nasib Bangsa

Publik saat ini bertanya-tanya, apakah Mahasiswa Indonesia dan juga Organisasi Mahasiswa terutama yang bersifat eksternal kampus seperti HMI, GMKI, GMNI,PMKRI, PMII, IMM, KAMMI dan berbagai Ormawa lainnya masih ada?

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.