Membaca Harapan Sugiarto, Security Muda Asal Purwokerto

Teman-teman satu profesinya mungkin sudah berpenghasilan di atasnya. Sugiarto seorang Security yang sudah 6 tahun bekerja di lingkungan Wisma Tamu Puspiptek Serpong, Kota Tangerang – Banten.

Dibanding Upah Minimum Rata-Rata (UMR) Kota Tangerang yang sudah mencapai 3,3 juta, gaji Sugiarto hanya 2,3 juta. Itu pun masih kotor alias harus dibagi-bagi lagi dengan transport dan makan dia sehari-hari. Gaji 2.3 juta itu pun baru setahun ini ia nikmati. Sebelumnya Sugiarto menerima gaji yang sangat rendah, hanya 1,1 juta Rupiah, jauh dari layak bagi seorang security yang tugasnya menjaga keamanan lingkungan tempat dia bekerja.

Enam tahun bekerja di Puspitek sebenarnya sudah membuat Sugiarto cukup nyaman bekerja sebagai Security, apalagi dia sudah paham betul dengan wilayahnya. Menurut Sugiarto total ada sekitar 94 orang Security di kawasan Puspitek, yang terbagi kedalam beberapa wilayah seperti; penginapan, tempat pelatihan, komplek perumahan, dan gedung pusat penelitian. Puspitek sendiri merupakan pusat Riset terbesar di Indonesia dengan luas wilayah 660 Hektar.

Security diwilayah Puspiptek terbagi kedalam 2 golongan, ada PNS dan ada honorer. Bagi security Honorer seperti Sugiarto sangat berharap kedepan dirinya juga memperoleh status PNS.

“Ya, pengen sih seperti senior-senior saya sudah diangkat menjadi PNS, biar kedepan bisa terjamin pak, kalau masih honorer kan, ibarat kita mah belum aman statusnya,” ungkap Sugiarto saat di wawancara. Ahad (26/2).

Untuk menjadi PNS seperti harapan Sugiarto prosesnya cukup lama, ia harus mengikuti sistem yang dibuat oleh Puspitek. Tidak ada ketentuan bagaimana seorang security honorer diangkat menjadi Security PNS. Semua tergantung dari kebijakan Puspitek.

Saat ini Sugiarto bekerja dibawah pimpinan Joko Rahadjo sebagai kepala keamanan dan keselamatan Security Puspitek Serpong. Sebagai security muda yang masih berusia 25 tahun, Sugiarto berharap kedepan seiring dengan kebutuhan hidup yang terus meningkat, maka kesejahteraannya pun dapat meningkat.

REPORTER:  Solihin
EDITOR: Harun S

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.