Kementerian Pertanian Kembangkan Cabai 40 Hektare

1
61
Lahan cabai akan dikembangkan oleh Kementerian Pertanian.

TABANAN – Melonjaknya harga cabai di beberapa daerah di Indonesia membuat Kementerian Pertanian (Kementan) berencana mengembangkan tanaman cabai di Kabupaten Tabanan, Bali. Lahan seluas 40 hektare dalam tahun 2017 akan dimanfaatkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan cabai yang belakangan ini semakin mahal.

“Proses pengembangan cabai itu kini baru tahap penentuan calon petani calon lokasi (CPCL) penerima kegiatan program tersebut,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Nyoman Budana, Rabu (15/2).

Ia mengatakan, bantuan program kegiatan pengembangan cabai tersebut dalam bentuk saprodi, yakni bantuan bibit, pupuk dan biaya perawatan. Pengembangan cabai seluas 40 hektare itu menyasar wilayah Kecamatan Marga, Baturiti, dan Kecamatan Penebel yang selama ini produksi cabainya cukup baik.

Nyoman Budana menambahkan, produksi cabai di Kabupaten Tabanan sebagian besar jenisnya cabai cabai hijau dan merah. Jenis cabai tersebut dalam beberapa bulan belakangan ini mengalami lonjakan harga, di tingkat petani maupun pedagang.

Hal itu akibat tanaman cabai petani pada musim hujan belakangan ini banyak yang serangan penyakit tanaman, diperparah lagi dengan kondisi cuaca buruk ditandai dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

“Serangan hama dan cuaca buruk ini mengakibatkan tingkat produksi cabai di tingkat petani mengalami penurunan dari bulan-bulan biasanya, sehingga kondisi itu memicu melonjaknya harga jual cabai cukup mahal,” ujar Nyoman Budana.

Meningkatnya harga cabai tidak saja terjadi di wilayah Kabupaten Tabanan, namun juga daerah lainnya di Bali. Bahkan menjadi tren nasional. Sentra produksi cabai di Tabanan selama ini di Kecamatan Penebel dan Baruriti.

Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tabanan, yang sudah sempat mereda Rp 100.000 per kilogram kini kembali melonjak mencapai Rp 170.000/kg.

Seorang pedagang bahan pangan di Pasar Tradisional Tabanan, Ibu Jero menjelaskan, selain cabai, lonjakan harga juga menyangkut harga sayur mayur, sawi, timun, dan wortel. Lonjakan harga cabai yang dialami mulai dari tingkat petani sebagai dampak tingginya curah hujan yang menyebabkan produksi penghasil cita rasa pedas ini menjadi menurun.

Kondisi tersebut makin diperparah dengan tidak adanya pasokan cabai dari luar Bali. Pasalnya,  sentra produksi cabai di Jawa juga mengalami hal sama, yakni gagal panen akibat terkena banjir.

Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan harga cabai di tingkat lokal menjadi tidak terkendali. Ini sebagai akibat tidak adanya pasokan dari Pulau Jawa, sehingga pedagang hanya mengandalkan pasokan cabai lokal dari petani di Baturiti, dan Penebel yang harganya semakin meroket.

EDITOR: Rizky

 

BAGIKAN
loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Pengungsi Rohingya

Bangladesh-Myanmar Sepakati Soal Pemulangan Muslim Rohingya

DHAKA/COX'S BAZZAR, SERUJI.CO.ID - Bangladesh mengatakan pada Selasa (16/1) pihaknya akan merampungkan proses pengembalian banyak di antara para pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri dari...

Kembali, Pemilik Akun Sosmed Dihukum 18 Bulan Penjara Karena Hina Presiden

MEDAN, SERUJI.CO.ID - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman kepada Farhan Balatif, selama 18 bulan penjara. Pemuda ini terbukti bersalah menghina Presiden Jokowi...
Soekarwo

Pemerintah Akan Impor Beras, Soekarwo Klaim Stok di Jatim Surplus

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Pemerintah akan melaksanakan kebijakan impor 500.000 ton beras dari Vietnam dan Thailand untuk memperkuat cadangan beras nasional. Sementar itu, Gubernur Jawa...
20180115_161307

Antara Setan, LGBT, dan Airmin @_TNIAU

Belakangan, kembali ramai di lini masa kampanye 'halalnya' LGBT. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Aan Anshori, aktivis pembela LGBT yang diberi label "kyai" dengan percaya...
images (1)

Mengapa Menjadi Non Muslim

Menjadi muslim adalah tindakan sederhana, cukup berserah diri. Ketika turun ayat, ikuti. Bahkan itulah inti hidup di dunia, tidak yang lain-lainnya. Ayat-ayatNya, berupa tanda dan...
FB_IMG_1516028887948

Pangkalan Bun Darurat LGBT, Nitizen: Aparat Mesti Turun Tangan

Kotawaringin Barat - Ratusan Nitizen mengecam ulah sejumlah pria yang berciuman di taman kota Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah. Pasalnya, sekitar tanggal...