Gubernur NTB: Mari Kita Bijak dengan Tidak Menyebar Kebencian di Pemilu 2019

MATARAM, SERUJI.CO.ID – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan meski berbeda pilihan pada Pemilu 2019.

“Momen Pemilu ini bisa saja membuat warga NTB itu berbeda pilihan, namun kita berharap meski beda pilihan tidak akan menyurutkan semangat persaudaraan dan kehangatan antar sesama,” ujar gubernur di Mataram, Ahad (7/4).

Zulkieflimansyah menilai, banyaknya ujaran kebencian di media sosial (medsos) pada Pemilu 2019, patut untuk disayangkan. Apalagi, NTB menjadi salah satu daerah terbesar pengguna medsos.

“NTB ini salah satu pengguna akun media sosial terbesar se-Indonesia. Namun sangat disayangkan penggunaan akun media sosial kita banyak dipenuhi oleh ujaran kebencian. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan yang digelar oleh KPU, kita dapat melupakan permusuhan yang tidak terlalu penting,” tegas gubernur.

Menurut gubernur, pemilu bisa saja berlalu tapi kalau tidak berhati-hati, kata-kata atau olok-olokan yang menyakiti hati bisa melekat sepanjang usia.

Karena itu, gubernur berharap dengan kegiatan Pemilu Run dapat menghilangkan semua perbedaan-perbedaan yang dianggapnya sangat tidak produktif. Sehingga ia mengajak masyarakat/warganet untuk bijak dalam menggunakan sosial media.

“Mari kita bijak dengan tidak menyebar kebencian di Pemilu 2019,” katanya.

Sumber:Ant

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER