Masih Belum Temukan 12 Surat Tanah, PLN Area Dumai Akan Urus Surat Pengganti


PEKANBARU, SERUJI.CO.ID – Setelah berusaha mencari dan dua kali berturut-turut PT PLN (Persero) Area Dumai mengumumkan kehilangan sejumlah Sertifikat dan Surat Tanah lewat media, hasilnya masih nihil. Sampai saat ini masih belum ada pihak yang membuat laporan atau menyatakan telah menemukan Sertifikat dan Surat Tanah yang hilang tersebut.

Menurut Kuasa PT. PLN (Persero) wilayah Riau dan Kepulauan Riau area Dumai, Masrory Anas, pihaknya masih berharap lewat pemberitaan yang diterbitkan SERUJI ketiga kalinya ini, ada pihak yang memberikan informasi terkait keberadaan surat-surat tersebut.

“Dalam waktu 5 hari sejak pengumuman terakhir ini jika masih tetap tak ada pihak yang mengaku telah menemukan sebanyak 11 sertifikat tanah yang diterbitkan BPN dan 1 surat tanah yang diterbitkan oleh Kepala Desa, maka kami akan melanjutkan proses penerbitan sertifikat dan surat tanah pengganti pada instansi terkait,” ujar Masrory lewat keterangan tertulisnya pada SERUJI, Rabu (18/7).

Selaku kuasa PT. PLN (Persero) wilayah Riau dan Kepulauan Riau area Dumai yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman nomor 173, Dumai, Masrory mengatakan pihaknya akan segera mengurus penerbitan sertifikat pengganti dan surat tanah pengganti pada instansi terkait, sesuai wewenang yang diberikan padanya.

Baca juga: 12 Sertifikat dan Surat Tanah Milik PLN Area Dumai Belum Juga Ditemukan

“Saya meminta sekali lagi pada masyarakat luas atau kepada siapa saja yang menemukan, agar segera menghubungi atau bisa datang ke kantor PLN area Dumai. Bisa juga hubungi nomor handphone saya di 0811706798,” harapnya.

Masrory juga menyampaikan, sertifikat dan surat tanah itu sampai sekarang belum dapat ditemukan dan sebelumnya telah dicari selama bertahun-tahun di kantor PT. PLN (Persero) wilayah Riau, area Dumai dan rayon-rayonnya.

“Pengumuman kehilangan di media nasional seperti SERUJI ini, juga adalah sebagai salah satu syarat untuk melengkapi berkas yang diperlukan dalam urusan penerbitan sertifikat dan surat tanah pengganti tersebut,” tutup Masrory. (Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

Inilah Tulisan AR Baswedan Bantah Tudingan Gerakan Islam Bertentangan dengan Pancasila

AR Baswedan menyebut, pihak-pihak yang sering mempertentangan gerakan Islam dengan Pancasila justru adalah pihak-pihak yang pada hakikatnya tidak paham Pancasila. Justru sebaliknya, pemuka-pemuka ahli pikir Islam memberi pengertian-pengertian yang baik tentang Pancasila yang keluar dari keyakinan yang kuat.

Antisipasi Pelambatan Ekonomi, Ketua DPD Kumpulkan Kadin Provinsi se Indonesia

“Saya sengaja mengumpulkan para ketua umum Kadin provinsi, karena hari ini kita menghadapi masalah serius di sektor dunia usaha dan dunia industri," kata La Nyalla

Kontroversi Omnibus Law, Fahira: Wujud Frustasi Pemerintah atas Kemendegkan Ekonomi

Omnibus Law RUU Cipta Kerja (sebelumnya Cipta Lapangan Kerja atau Cilaka) dinilai sebagai bentuk rasa frustasi pemerintah atas kemandegkan ekonomi yang terjadi lima tahun belakangan ini.

TERPOPULER

Mars Ya Lal Wathon Berkumandang di Istiqhotsah Kubro NU

Indonesia Biladi, Anta ‘Unwanul Fakhoma, Kullu May Ya’tika Yauma, Thomihay Yalqo Himama
close