JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Tim gabungan TNI dan Polri kini sudah berhasil mengidentifikasi senjata yang digunakan oleh kelompok separatis dari Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM), yang disebut polisi sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga Papua. Kelompok tersebut diduga menggunakan senjata yang didapatkan dari merampas anggota TNI dan Polri.
“Diduga sebanyak lebih dari 50 anggota KKB menggunakan kurang lebih 25 pucuk senjata dari hasil rampasan penyerangan anggota TNI-Polri di wilayah Papua,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/12).
Sebanyak 25 senjata yang dimiliki oleh KKB, 17 diantaranya merupakan senjata laras panjang dan 8 lainnya adalah senjata laras pendek.
Selain itu, kata Dedi, senjata ini juga diduga diperoleh dari jalur penyelundupan secara gelap.
Baca juga: Kelompok Separatis Papua Unggah Video Surat Terbuka: Tak Akan Berhenti Perang Sampai Merdeka
“Beberapa senjata yang dimiliki KKB diperoleh dengan membeli di wilayah Papua Nugini dan di wilayah Filipina,” ungkapnya.
Dedi menjelaskan bahwa senjata api yang dibeli KKB dari Filipina diselundupkan melewati jalur laut. Sedangkan yang dibeli dari Papua Nugini diperoleh dari jalur darat.
“Senjata yang dibeli dari Filipina ini berjenis rakitan yang menyerupai senjata api buatan pabrik,” pungkasnya. (SU05)
