Kelompok Separatis Papua Unggah Video Surat Terbuka: Tak Akan Berhenti Perang Sampai Merdeka

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Seminggu berlalu usai peristiwa penyerangan yang menewaskan 19 pekerja proyek jembatan di Kabupaten Nduga Papua, pada Senin (10/12) tepat di hari peringatan hari HAM sedunia, pihak kelompok separatis dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), yang disebut polisi sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengeluarkan surat terbuka yang ditujukan pada Presiden Republik Indonesia.

Surat terbuka tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di YouTube oleh akun Sekretariat Pusat TPNOPM pada Senin (10/12). Surat tersebut berisi pernyataan TPNPB-OPM.

Dalam video berdurasi 8 menit itu, juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom didampingi oleh Staf umum TPNPB membacakan surat terbuka.

“Surat terbuka, Yang terhormat, tuan Presiden Republik Indonesia, kami pimpinan Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisai Papua Merdeka, menyampaikan dengan hati nurani kami yang tulus kepada anda, bahwa pembangunan infrastruktur di Papua Barat adalah bukan yang diinginkan rakyat bangsa Papua. Rakyat Papua inginkan hak politik penentuan nasibnya sendiri. Ingin pisah dari Indonesia, untuk merdeka penuh dan berdaulat dari penjajahan dari Indonesia,” ujar Sebby Sambom mengawali pembacaan surat terbuka.

Sebby Sambom lalu menyebutkan dasar hukum argumen tuntutan dan tawaran dalam pembacaan surat terbuka tersebut.

Selanjutnya, Juru bicara TPNPB itu menyampaikan penolakan dan sikap organisasinya pada pemerintah Indonesia.

“Penolakan TPNPB, (1). TPNPB menolak permintaan Indonesia untuk menyerah kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI. (2). TPNPB menolak upaya Indonesia untuk berdamai dengan dialog Jakarta-Papua,” kata Sebby menyampaikan penolakannya pada pemerintah Indonesia.

Baca juga: Tegaskan KKB Pemberontak Bukan Kriminal, Ryamizard: Menyerah atau Diselesaikan!

“Sikap TPNPB, (1). TPNPB tidak akan menyerah dengan alasan apapun sebelum kemerdekaan bangsa Papua terwujud dari penjajahan Indonesia. (2). Perang tidak akan berhenti sampai pada sebelum tuntutan dan permintaan TPNPB dilaksanakan oleh pemerintah Republik Indonesia,” kata Sebby menyampaikan sikap organisasinya.

“Untuk itu, TPNPB menolak tawaran dalam bentuk apapun, selain yang dicantumkan dalam surat ini. Apabila pemerintah Indonesia tidak meyetujuinya, maka TPNPB tidak akan berhenti perang,” pungkasnya.

Berikut video yang berisi surat terbuka TPNPB-OPM secara lengkap:

(SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Bendera dan Krisis Kepemimpinan

Menurut vexillology, bendera bukan sekedar selembar kain biasa. Jika dia berkibar bebas di angkasa, bendera menginspirasikan semangat kepemimpinan tertentu yang sublim dan sulit dibayangkan oleh mereka yang jiwanya terjangkar oleh tanah di bumi.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER