Partisipasi Masyarakat di Pilkada Batu Capai 81 Persen

BATU – Dari data hasil rekapitulasi sementara yang dipublikasikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) diketahui tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kota Batu cukup tinggi, yakni mencapai 81,2 persen.

Tingkat partisipasi masyarakat Kota Batu dalam menyukseskan pilkada yang digelar 15 Februari kemarin, yakni dari jumlah kehadiran masyarakat di TPS (tempat pemungutan suara). Dari total daftar pemilih tetap (DPT), yakni sebanyak 149.248 orang dan yang hadir memberikan hak pilihnya sebanyak 121.128 orang.

Dari total yang hadir di TPS, suara sah mencapai 115.595 orang dan suara tidak sah sebanyak 4.941 dengan jumlah 120.877. Sisanya, yakni dari pemilih disabilitas yang terdata 90 orang dan yang hadir di TPS untuk pengguna hak pilih disabilitas mencapai 94 orang atau dengan tingkat partisipasi 104,4 persen.

Untuk hasil perolehan suara sementara yang telah dirilis, pasangan calon (paslon) nomor urut satu Rudi dan Sujono yang diusung Partai Amanat Nasional, Partai NasDem, dan Partai Hanura mendapat persentase 20,82 persen atau sebanyak 24.228 suara.

Untuk paslon nomor dua Dewanti Rumpoko dan Panjul Santoso mendapatkan suara tertinggi. Pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mendapat dukungan suara 44,46 persen atau sebanyak 51.748 suara.

Paslon nomor urut tiga, yakni Hairuddin dan Hendra Angga Sonatha yang diusung Partai Demokrat dan Partai Kebangkitan Bangsa ini mendapatkan suara sebanyak 17,62 persen atau sebanyak 20.507 suara. Sedangkan paslon terakhir nomor empat, Abdul Majid dan A Kasmuri Idris yang maju dari jalur perseorangan atau independen mendapatkan suara 17,10 persen atau sebesar 19.897 suara.

EDITOR: Rizky

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Nasionalisme Kita: Rizal Ramli, Tak berkompromi Dengan Urusan Harga Diri Bangsa

Saat ini Rizal mempersoalkan isu Freeport, kenapa kita beli? kan itu punya kita sendiri setelah berakhir kontrak dua tahun lagi? Lalu orang-orang yang tidak suka pikiran Rizal atau merasa professor pintar atau merasa Rizal oposisi yang iri sama Jokowi, mengolok-olok Rizal sebagai goblok atau pengkhianat atau iri dan dengki atau tidak faham, dan lain sebagainya.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.