Ada Warga Baduy Meninggal, Partisipasi Hanya 50 Persen

44
Suku Baduy saat memilih di TPS. (Foto: merdeka.com)

LEBAK – Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Banten di kawasan masyarakat Baduy sekitar 50 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 8.200 orang. Meski demikian, Pilkada Banten berlangsung aman dan lancar.  Penyebab rendahnya partisipasi itu akibat adanya perayaan Kawalu juga ada warga Baduy yang meninggal dunia.

Pemuka adat Baduy, yang juga Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak Djaro Saija, Rabu (15/2) mengatakan, saat ini Pilkada di Banten terdapat 12 TPS dan kondisinya berjauhan dan melintasi hutan belukar dengan topografi perbukitan.

Kendatipun demikian, minat masyarakat Baduy cukup antusias dengan mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilih Pilkada Banten. Selama ini, kata dia, pelaksanaan Pilkada Banten di kawasan Baduy berlangsung lancar, aman, tertib, dan kondusif.

“Kami berharap gubernur Banten terpilih bisa memperjuangkan perluasan permukiman Baduy dengan membeli tanah di luar tanah adat,” katanya.

Pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief nomor urut 2 unggul sementara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di kawasan pedalaman masyarakat Baduy, Kabupaten Lebak.

“Kami menerima laporan dari empat TPS pasangan Rano-Embay unggul sementara pada pemilihanan kepala daerah (Pilkada) Banten,” kata Ketua Kelompok Panitia Pemilihan Suara Masyarakat Baduy Taqwa Wijaya di Lebak.

“Kami berharap Pilkada bisa menghasilkan pemimpin yang lebih baik membangun Banten sehingga dapat mensejahterakan masyarakat Baduy,” katanya.

Pelaksanaan Pilkada Banten di kawasan Baduy dari empat TPS tersebut tercatat 954 suara dan pasangan Rano-Embay unggul dengan meraih 634 suara. Sedangkan, perolehan suara pasangan Wahidin-Andika sebanyak 320 suara.

EDITOR: Rizky

 

 

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama