Walau Kondisi Politik dan Ekonomi Dianggap Buruk, Kinerja Jokowi Dinilai Memuaskan

2
330
  • 23
    Shares
Tingkat Kepuasan Pada Presiden Jokowi. (Survei Indo Barometer)

JAKARTA – Lembaga survei Indo Barometer mempublikasikan hasil survei yang mereka lakukan sejak 4-14 Maret 2017. Salah satu yang disurvei adalah penilaian terhadap kondisi umum di masyarakat saat ini.

“Kondisi secara umum di Indonesia mendapat respon publik bervariasi; Bidang politik dinilai mayoritas publik (51.3%) tergolong buruk/sangat buruk,” salah satu kesimpulan dari survei yang dirilis di Jakarta, hari ini, Rabu (22/3).

Selain kondisi Politik yang dianggap buruk, dibidang Ekonomi juga masyarakat menunjukan ketidak puasannya. Sebanyak 50,0 persen responden menganggap kondisi Ekonomi selama hampir 3 tahun pemerintahan Presiden Jokowi sangat buruk/buruk.

Loading...

Walau sebagian besar responden menganggap kondisi Politik dan Ekonomi Indonesia saat ini buruk, namun saat ditanya tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi, sebanyak 66,4 persen responden menyatakan puas/sangat puas atas kinerja Jokowi sebagai Presiden Indonesia. Hanya 32,0 persen yang menyatakan kurang puas/tidak puas sama sekali atas kinerja Presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Tiga alasan teratas publik puas atas kinerja Jokowi adalah dianggap mau mendengarkan suara rakyat (9,2 %), program KIS KKP dan KKS yang terelisasi (8,4 %) dan keberhasilan melakukan perubahan yang dirasakan rakyat secara nyata (6,3%).

Saat responden ditanya, apakah menginginkan Jokowi kembali menjadi Presiden untuk periode 2019-2024, sebagian besar responden, 57,8 persen, menginginkan Jokowi kembali memimpin Indonesia.

Survei yang dirilis Indo Barometer hari ini, melibatkan 1200 responden yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan sebesar 95,0 persen dan margin of error lebih kurang 3,0 persen. Metode pengumpulan data dengan cara tatap buka secara langsung dengan menggunakan kuesioner kepada responden dengan usia 17 tahun keatas atau sudah menikah.

EDITOR: Harun S

Langganan berita lewat Telegram
loading...

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU