Pastikan Gerak Cepat Penanganan Pascagempa, Presiden Kembali Kunjungi Sulteng

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Presiden Jokowi kembali menuju Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) meninjau daerah-daerah terdampak bencana dan lokasi pengungsian korban gempa bumi dan tsunami, hari ini, Rabu (3/10).

Dalam kunjungan kali ini, Presiden ingin memastikan komitmen dan gerak cepat pemerintah dalam menangani dampak bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah.

“Yang paling penting itu adalah penanganannya yang cepat, yang segera menyelesaikan masalah-masalah yang ada di lapangan,” kata Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/10).

Dijadwalkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, pesawat Boeing 737-400 TNI AU yang membawa Kepala Negara beserta rombongan lepas landas pukul 07.00 WIB.

Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, setibanya di Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Kota Palu, Presiden akan menuju Kelurahan Petobo, Rumah Sakit Wirabuana, dan Hotel Roa-Roa.

Selain itu, dalam kunjungan keduanya ke Sulawesi Tengah setelah gempa dan tsunami melanda sebagian wilayah provinsi itu pada Jumat (28/9), Presiden akan mengunjungi permukiman-permukiman yang terdampak bencana dan tempat pengungsian di Kabupaten Donggala. Presiden sebelumnya mengunjungi daerah terdampak bencana di wilayah itu pada Ahad (30/9).

Sejumlah Menteri Kabinet Kerja turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Sulawesi Tengah, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Sosial Agus Gumiwang serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Selain itu, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati juga ikut dalam rombongan terbatas Kepala Negara.

Rencananya, Presiden beserta rombongan akan langsung kembali ke Jakarta pada sore hari menumpang pesawat dari Helipad Halaman Kantor Bupati Donggala untuk kemudian berganti pesawat di Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri dan melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden Jakarta pada Selasa tentang penanganan dampak bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong, Presiden menyampaikan arahan mengenai evakuasi serta pencarian korban, pelayanan medis bagi korban, pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik pengungsi, serta perbaikan infrastruktur dan layanan umum.

Presiden antara lain menginstruksikan perbaikan segera fasilitas vital seperti bandara, jalan, kelistrikan, dan penyedia bahan bakar minyak. (Ant/SU01)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER