Dia ingin agar anaknya dimasukkan ke ruang PICU dulu baru kemudian diurus pembayarannya namun hal itu tidak bisa karena tidak ada uang muka.
Rudianto lalu mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Rp5 juta dan menyodorkannya ke petugas administrasi.
Kemudian petugas administrasi melaporkan ke atasannya namun tetap tidak dapat masuk ruang PICU.
Dokter akhirnya memberikan surat rujukan untuk mencari rumah sakit yang mempunyai BPJS Kesehatan dan memiliki ruang PICU.
Rudianto akhirnya ke Rumah Sakit Hermina di Daan Mogot, tapi ruang PICU penuh. Dia mencari ruang PICU ke Rumah Sakit Cengkareng namun penuh. Dan akhirnya Deborah meninggal, karena tidak bisa masuk ruang PICU untuk perawatan terkendala kurangnya biaya.
