Tutup Munas Kahmi Ke- 10, Ini Pesan Wapres Jusuf Kalla

0
102
Wapres KAHMI
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla usai menutup Musyawarah Nasional (Munas) Kahmi ke-10 di halaman Istana Maimun Medan. Ahad (19/11/2017). (foto:Mica/SERUJI)

MEDAN, SERUJI.CO.ID – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla meminta organisasi Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) dapat menonjolkan intelektualisme kecendekiawanan. Kalau berbicara dengan batas intelektualitas, dan tidak berbicara tanpa ujung yang tidak diketahui.

“Mari kita berupaya meningkatkan kemajuan bangsa dari sudut keilmuan, intelektualisme yang baik, tentu itu akan bisa kita capai,” kata Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat menutup Musyawarah Nasional Kahmi ke-10 di halaman Istana Maimun Medan, Ahad (19/11)

Acara itu dihadiri Mendikbud RI, Muhadjir Effendy, anggota DPR RI dan DPD RI, Ketua Presedium Majelis Nasional Kahmi 2012-2017, Mahfud MD dan para senior Kahmi, Presedium Majelis Nasional Kahmi yang baru terpilih 2017-2022, dan sejumlah pejabat.

Indonesia, kata Wapres, merupakan bangsa dengan penduduk Islam terbesar di dunia dan menjadi salah satu bangsa yang damai jika dibandingkan dengan kawasan Timur Tengah maupun Asia Selatan, Islam di Asia Tenggara ini jauh lebih damai.

“Ini diakibatkan sejarah Islam yang dibawa oleh pedagang yang merangkap ulama atau sebaliknya, juga dipengaruhi oleh pikiran yang muncul dari HMI, seperti pikiran Cak Nur, Nurcholis Majid, yang memberikan warna hingga sekarang kepada generasi bagaimana Islam berkembang dengan damai,” ujarnya.

Jusuf Kalla menegaskan bahwa tidak ada cita-cita yang sampai dengan sendirinya. Tidak ada cita-cita yang terlaksana sendiri, semuanya dapat diraih dengan usaha yang keras. Makanya slogan HMI “Yakin Usaha Sampai” (Yakusa) tentunya harus dibarengi dengan usaha yang keras.

“Bangsa ini bangsa kita semua, negeri ini negeri kita semua, karena itu baik dan buruknya negeri ini menjadi tanggung jawab kita semua,” terang Jusuf Kalla.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengingatkan bahwa Kahmi harus kembali mengingat tujuan HMI yakni membina insan akademis pencitra dan pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terlaksananya bangsa yang adil makmur dan dirahmati Allah.

“Kita semua berkewajiban membina bangsa ini agar maju dan makmur. Apalagi bangsa yang besar tidak mudah mengaturnya dibanding bangsa yang lebih kecil. Makanya, saya harapkan alumi kita yang besar harus mengingat dan tetap konsekuen atas tujuan Kahmi menjadi tujuan kehidupan bagi semua,” pungkas Jusuf. (Mica/Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU